Banten

Kontes Durian Lokal Di Desa Sasahan, Si Guling Keluar Sebagai Durian Terbaik

Irsyad Mohammad | 24 Januari 2024, 13:03 WIB
Kontes Durian Lokal Di Desa Sasahan, Si Guling Keluar Sebagai Durian Terbaik

AKURAT BANTEN - Kontes Durian geblugan lokal di Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang diikuti 43 petani lokal dan masing-masing membawa Durian unggulan yang ditanam di wilayah tersebut. Selasa (23/1/24)

Kegiatan tersebut dihadiri Mantan Menteri Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Anton Apriyantono yang juga sekaligus menjadi juri pada acara tersebut.

Dari informasi yang dihimpun kontes durian geblugan lokal tersebut rutin digelar setiap tahunan di Gedung PKBM Pena Ilmu, Desa Sasahan. Selain durian, Desa sasahan mempunyai ikon lain yakni Salak dan Pisau yang juga sempat dipamerkan pada bazar di sekitar kegiatan kontes Durian.

Dikatakan, Camat Waringinkurung Warnerry Poetry, Event Kontes durian geblugan yang diselenggarakan Pemdes Sasahan itu sudah vakum selama dua tahun terakhir.

"Salah satu terobosan dari kepala desa dan juga masyarakat desa sasahan yang sebenarnya memang dilaksanakan setiap tahun, hanya saja tiga tahun kemarin memang sempat vakum dikarenakan kondisi duriannya yang kurang bagus," ucapnya

Selain itu, kata Warnerry, sempat terjadi pembatasan aktivitas untuk masyarakat di beberapa wilayah lantara adanya virus covid-19.

"Terus kemudian memang ada covid juga sehingga tidak bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak," cetusnya.

Ia berharap, adanya event durian geblugan lokal tersebut, bisa mendorong Desa Sasahan menjadi Desa Agrowisata.

"Mudah-mudahan dengan adanya acara event seperti ini bisa menjadikan desa Sasahan jadi salah satu destinasi wisata agrowisata," cetusnya.

"Karena Desa Sasahan itu meskipun letaknya di ujung tetapi banyak sekali potensi-potensi yang ada selain dengan produk pertanian sumber daya alam juga dengan pemandangan alamnya juga sangat bagus," jelasnya.

Warnerry mengungkapkan, Desa Sasahan memiliki perkebunan durian yang sagat luas dan hampir semua masyarakat berkebun durian.

"Banyak sekali ya karena hampir 30% itu ditanami oleh durian perkebunan durian. Komunitas unggulannya tadi ada si emas, kemudian oranye, warnanya kuning legit," ungkapnya.

Camat yang akrab disapa Neri ini berharap, kontes durian rutin tahunan itu dapat memotivasi warganya untuk terus melestarikan buah yang menjadi Ikon wilayah tersebut.

"Durian Sasahan ini memiliki rasa yang berbeda dari durian kebanyakan, selain enak, duriannya juga memiliki warna dan tekstur yang bagus, dan sudah terkenal," pungkasnya.

Sementara itu, Anton Apriyantono, juri dalam kegiatan tersebut, mengatakan, Desa Sasahan memiliki potensi yang besar karena memiliki durian lokal dan memiliki citarasa yang enak.

"Ya jadi ini salah satu Desa yang punya potensi besar, di samping untuk memasarkan durian-durian yang sudah ada, tadi saya sudah coba beberapa tuh memang enak banget dan yang juaranya ini memang juara banget," kata Anton kepada wartawan.

Anton, menjelaskan, Desa Sasahan hanya tinggal mematangkan konsep untuk melambungkan durian lokal yang ada di wilayah tersebut.

"Tinggal bagaimana pertama itu melakukan branding image, sambil branding image jalan, ini juga dibenahi dari mulai budidaya penanganan dan seterusnya. Saya yakin ini ke depan akan menjadi besar," jelasnya.

Selain itu, Asep Mulya Hidayat, salah satu juri lainnya mengungkapkan, dari 43 durian yang dikonteskan, habya ada tiga durian yang meraih juaranya.

"Juara 1 Si Guling, juara 2 Si Gubug, juara 3 Si Oranye. Sementara juara harapan 1 Si Kedug, harapan 2 Si Emas, harapan 3 Si Setrum," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.