Banten

Dampak Dari Flaring, Walikota Cilegon Minta PT CAP Hentikan Oprasi Sementara

Irsyad Mohammad | 21 Januari 2024, 22:01 WIB
Dampak Dari Flaring, Walikota Cilegon Minta PT CAP Hentikan Oprasi Sementara

AKURAT BANTEN - Walikota Kota Cilegon, Helldy Agustin meminta PT Chandra Asri Pacifik (CAP) berhenti melakukan operasional sementara hingga hasil lab yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup selesai.

"Sampai ketemu hasil lab itu memastikan apakah itu tidak membahayakan masyarakat kota Cilegon," tegas Walikota Cilegon Helldy Agustin, Sabtu (20/1/24)

Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Cilegon untuk mastikan bau aroma kimia yang bersumber dari PT Chandra Asri Pacifik tidak berbahaya bagi masyarakat.

"Yang pertama kita minta PT Chandra Asri stop terlebih dahulu, kemudian diambil sampling agar bisa segera oleh kabid LH di cek ke laboratorium apa itu membahayakan atau tidak untuk masyarakat kota Cilegon," katanya.

Selain meminta berhenti beroperasi, Helldy juga menyarankan agar pihak PT Chandra Asri segera melakukan kunjungan kepada masyarakat sebab hal itu dianggap paling penting oleh orang nomor satu di Kota Cilegon.

"Kami minta juga agar PT Chandra asri segera mengunjungi warga itu yang paling terpenting," tegasnya.

Kata Helldy, jika PT CAP melakukan pemberhentian operasional kerja agar memberitahukan kepada Pemkot Cilegon guna dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

"Kemudian yang kedua, ke depan kami minta agar supaya apabila terjadi shut down dan yang lainnya itu ada pemberitaan agar segera kita bisa sosialisasikan," jelasnya

Helldy meminta masyarakat untuk bersabar karena Pemkot Cilegon sedang melakukan uji lab untuk memastikan berbahaya atau tidaknya aroma kimia yang terhirup oleh masyarakat.

"Tim pemerintah dari Puskesmas, BPBD, terus kemudian sudah turun yah, berikut dari kodim juga sudah membantu masyarakat untuk membagikan masker dan yang lainnya," cetusnya

"Kami mohon kepada masyarakat kota Cilegon tentunya untuk bersabar terlebih dahulu karena sudah ditangani mudah-mudahan ada jalan keluarnya nanti kalau memang sudah sore keluar hasil lab nya itu nanti akan diberitahukan kepada masyarakat bahwa memang ini tidak berbahaya," sambungnya.

Helldy juga, mengaku, pihaknya langsung turun melakukan pengecekan salah satunya kepada masyarakat yang dirawat di Puskesmas akibat menghirup aroma kimia yang bersumber dari PT Chandra Asri.

"Kami hari ini juga ingin mengunjungi karena ada satu orang tadi di puskesmas Ciwandan yang lagi dirawat kita pengen liat cek langsung kesana seperti apa, jadi secara medis tetap kita juga melihat akibat efek daripada yang sudah terjadi hari ini terus kemudian secara sampling kita akan ambil demi keselamatan kita bersama," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.