Banten

Pabrik Kimia PT Chandra Asri Cilegon Bau Menyengat, Warga Muntah-muntah hingga Pingsan

Mitha Theana | 20 Januari 2024, 15:05 WIB
Pabrik Kimia PT Chandra Asri Cilegon Bau Menyengat, Warga Muntah-muntah hingga Pingsan

AKURAT BANTEN - Limbah pabrik kimia PT Chandra Asri Petrochemicals Tbk di Cilegon, Banten, menimbulkan bau menyengat.

Bau menyengat ini dirasakan warga dari 3 kecamatan. Saking baunya, tidak sedikit warga yang mengalami muntah dan jatuh pingsan.  

Seperti tampak pada siswa SD Tegal Ratu misalnya. Banyak siswa sekolah ini yang mengalami pusing dan mual, hingga muntah. 

Baca Juga: Mahasiswa Muhammadiyah Bima Dikeroyok Rektor dan Dosen, Ini Tanggapan Pihak Kampus

Akibatnya, siswa dipulangkan lebih cepat untuk menghindari risiko akibat limbah kimia yang bau menyengat itu.  

Sanwani, warga Ciwandan mengatakan, bau menyengat itu telah dirasakan warga sejak beberapa hari yang lalu. 

"Dari semalem, nyengat baunya. Anak-anak sekolah pada muntah," katanya, kepada wartawan, Sabtu (20/1/2024). 

Ditambahkan dia, bau menyengat tersebut berasal dari pabrik PT Chandra Asri Petrochemicals.

Tampak dalam video yang beredar di lingkungan pabrik, diduga bau menyengat dari asap cerobong milik perusahaan.

"Baunya sangat menyengat, bikin mual dan muntah," jelasnya.

Baca Juga: Demo Keringanan SPP, Mahasiswa Muhammadiyah Bima Dikeroyok Rektor dan Dosen

Terpisah, Corporate Shared Value Department Manager PT Chandra Asri Pacific Tbk, Wawan Mulyana mengatakan, bau menyengat berasal dari mesin pabrik yang mengalami gangguan.

Dijelaskan, mesin pabrik Chandra Asri Group di Ciwandan, Anyer mengalami gangguan, sehingga perusahaan melakukan pembakaran cerobong. 

Saat ini, pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan warga, terkait dampak kerusakan alat produksi tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani masalah ini dan melakukan upaya terbaik," tukasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.