Banten

Water Toren Peninggalan Kolonial Belanda Jadi Destinasi Wisata Sejarah di Lebak

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 29 November 2023, 21:20 WIB
Water Toren Peninggalan Kolonial Belanda Jadi Destinasi Wisata Sejarah di Lebak

 

AKURAT BANTEN - Selain kaya akan potensi sumber daya alam, Kabupaten Lebak yang memiliki wilayah terluas di Provinsi Banten, juga memiliki banyak cagar budaya. Salah satunya adalah cagar budaya Water Toren peninggalan kolonial Belanda.

Keberadaan Water Toren di Kota Rangkasbitung di Jalan RT Hardiwinangun, Kabupaten Lebak, Banten, ternyata memiliki sejarah panjang. Water Toren yang berdiri kokoh ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1931saat menduduki Indonesia.

Bangunan kokoh Water Toren atau menara air tidak sebatas menjadi cagar budaya yang perlu dirawat dan dilestarikan, tetapi menjadi destinasi wisata sejarah di Kabupaten Lebak yang diresmikan oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya pada Jum'at 3 Februari 2023.

Pada masanya, Water Toren yang dibangun kolonial Belanda tersebut berfungsi sebagai sarana penyuplai air besih bagi warga di Rangkasbitung yang masa itu masih menjadi pusat kota Kabupaten Lebak.

Disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, Rabu (29/11/2023).

Imam mengungkapkan, sebagai kabupaten terluas di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak ini tidak saja kaya dengan potensi sumber daya alam, tetapi memiliki banyak destinasi wisata yang memiliki keindahan dan berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Bagi wisatawan yang suka akan sejarah maka bisa berkunjung ke museum Multatuli, dan cagar budaya Water Toren peninggalan kolonial Belanda ini. Bagi yang suka pantai dan pemandangan wisatawan bisa pergi ke Lebak Selatan, disana ada pantai Sawarna di Bayah dan pantai Bagedur di Malingping," ungkapnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang Destinasi Wisata, Usep Suparno. Menurutnya, begitu banyak kekayaan wisata di Kabupaten Lebak yang bisa dikunjungi para wisatawan.

Tidak hanya wisata alam seperti pantai, air terjun dan air panas. Kabupaten Lebak juga memiliki museum Multatuli, wisata sejarah cagar budaya Water Toren peninggalan kolonial Belanda dan destinasi wisata religi.

"Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Lebak ini tinggal memilih mau kemana. Kebetulan museum sejarah Multatuli dan cagar budaya Water Toren itu adanya di Kota Rangkasbitung," katanya.

Kepala Museum Multatuli Ubaidillah menjelaskan, di Kabupaten Lebak terdapat dua bangunan Water Toren yang dibangun Pemerintah Kolonial Belanda saat menduduki Indonesia pada tahun 1931. Yang satu berada di Rangkasbitung dan satu lagi di Kecamatan Gunung Kencana.

Ia juga mengatakan, ketika Multatuli ada disini pada tahun 1856, Rangkasbitung sudah menjadi Ibu kota Kabupaten Lebak.

"Pada saat itu, Rangkasbitung membutuhkan pasokan air untuk masyarakat yang ada di kota Rangksbitung,” jelasnya.

Ubaidillah menjelaskan, kedua Water Toren yang dibangun oleh Pemerintah Belanda tersebut saling terhubung dengan Water Toren lainnya yang ada di Kabupaten Pandeglang. Water Toren yang ada di Rangkasbitung berfungsi sebagai bak penyalur air bersih yang dialiri ke setiap rumah warga dan kantor pemerintahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara, Water Toren di Warunggunung berfungsi sebagai bak pengontrol jika terjadi, air macet atau masalah yang bisa dikontrol di Water Toren tersebut. Keberadaan Water Toren ini menjadi bukti tentang kemajuan tekhnologi yang digunakan Pemerintah Kolonial Belanda pada zamannya.

“Water Toren ini memiliki sumber air dari pegunungan di Kabupaten Pandeglang, makanya ada juga Water Toren di Pandeglang. Keberadaan Water Toren ini kita berharap menjadi destinasi unggulan yang menarik banyak minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Lebak,” pungkasnya (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.