Program Makan Bergizi Gratis Tembus 60 Juta Penerima, Prabowo: Setara Populasi Afrika Selatan

AKURAT BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penerima manfaat.
Hingga pertengahan Februari 2026, program ini telah menjangkau 60,2 juta orang di seluruh Indonesia.
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Prabowo menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan kerja nyata negara dalam memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi setiap hari.
Baca Juga: Banser Kota Tangerang Kecewa Penangguhan Penahanan Bahar Smith, Korban Tolak Restorative Justice
Setara Populasi Negara Besar
Dalam peresmian 1.179 SPPB Polri di Jakarta pada Jumat (13/2), Prabowo menggambarkan skala program MBG dengan perbandingan yang mencolok.
Jumlah 60 juta penerima manfaat, menurutnya, hampir setara dengan total populasi Afrika Selatan yang berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada 2023 mencapai sekitar 60,5 juta jiwa.
“Ini kira-kira sama dengan memberi makan seluruh rakyat Afrika Selatan setiap hari. Atau sepuluh kali lipat populasi Singapura, bahkan dua kali Malaysia setiap hari,” ujarnya.
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa masifnya implementasi program makan gratis ini dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perkuat Kolaborasi dan Aksi Nyata Tangani Darurat Sampah di Pasar Anyar
Didukung 23.000 Lebih Dapur MBG di 38 Provinsi
Keberhasilan menjangkau puluhan juta penerima manfaat tidak lepas dari infrastruktur yang terus berkembang.
Saat ini, pemerintah telah mengoperasikan lebih dari 23.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi.
Ribuan dapur ini menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi bagi:
- Anak-anak sekolah
- Ibu hamil dan menyusui
- Kelompok rentan lainnya
Menurut Prabowo, ketersediaan dapur dalam jumlah besar memastikan distribusi berjalan rutin dan tepat sasaran setiap hari.
Baca Juga: Geger 11 Juta Peserta BPJS PBI Dicoret Mendadak, Menkeu Purbaya: Ini Konyol, Pemerintah Rugi Image!
Sempat Diragukan, Kini Jadi Program Strategis Nasional
Presiden mengakui bahwa pada awal peluncuran, program MBG sempat menuai keraguan. Bahkan, tidak sedikit pihak yang memprediksi kebijakan ini akan gagal dalam waktu singkat.
Namun, ia menilai kritik sebagai bagian wajar dari proses pembangunan kebijakan berskala nasional.
“Baru satu-dua bulan berjalan sudah diramalkan gagal. Tapi kita buktikan dengan kerja nyata,” tegasnya.
Kini, dengan capaian lebih dari 60 juta penerima, MBG menjadi salah satu program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia.
Baca Juga: Terpergok saat Curi Motor, Pelaku Curanmor di Tangerang Diamuk Massa
Terinspirasi Praktik Global
Prabowo menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis bukanlah kebijakan tanpa rujukan. Lebih dari 77 negara di dunia telah lebih dahulu menjalankan intervensi pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi bagi rakyatnya.
Sebagai contoh, ia menyinggung keberhasilan India yang mampu menyediakan program makan gratis bagi sekitar 800 juta penduduknya selama lebih dari satu dekade, meskipun memiliki pendapatan per kapita lebih rendah dibanding Indonesia.
Menurutnya, pengalaman berbagai negara membuktikan bahwa investasi pada gizi masyarakat berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Habib Bahar Dapat Penangguhan Penahanan, Kuasa Hukum: Akan Tempuh Restorative Justice
Komitmen Berkelanjutan untuk Generasi Masa Depan
Dengan jangkauan yang terus meluas dan infrastruktur yang semakin matang, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program MBG.
Program ini dinilai sebagai langkah konkret negara dalam:
- Menekan angka stunting
- Meningkatkan kualitas kesehatan anak
- Mendukung ibu hamil dan menyusui
- Mengurangi kerentanan pangan
Bagi Prabowo, keberhasilan program ini bukan semata soal angka puluhan juta penerima, tetapi tentang memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses terhadap gizi yang layak demi masa depan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










