Jembatan Gantung Cisurupan Ubah Wajah Pendidikan dan Aktivitas Warga Dua Desa di Garut

Akurat Banten - Kehadiran jembatan gantung yang membentang di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membawa perubahan besar bagi kehidupan warga Desa Sirnajaya dan Desa Cipaganti yang selama bertahun-tahun harus bertaruh keselamatan demi bersekolah dan beraktivitas sehari-hari.
Sebelum jembatan tersebut berdiri, anak-anak sekolah, guru, dan warga setempat terbiasa menyeberangi sungai atau melewati jalan kebun yang licin, sempit, dan rawan kecelakaan, terutama ketika hujan turun dan debit air meningkat.
Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya yang telah mengabdi hampir dua dekade, menjadi salah satu saksi hidup betapa beratnya perjuangan menuju sekolah di kawasan tersebut.
Setiap hari, Siti harus berjalan dari Kampung Ciburuy, Desa Cipaganti, menuju sekolahnya di Desa Sirnajaya dengan risiko basah kuyup, tergelincir, bahkan terseret arus sungai jika cuaca memburuk.
Baca Juga: BNI Percepat Program Prioritas Nasional dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
Menurut Siti, kondisi itu kerap berdampak langsung pada tingkat kehadiran murid di kelas karena banyak orang tua melarang anak-anaknya berangkat sekolah saat hujan deras.
“Sejak ada jembatan, alhamdulillah hampir tidak ada lagi anak-anak yang bolos sekolah, paling yang tidak masuk mah yang sakit saja,” ujar Siti.
Jembatan gantung tersebut mulai dibangun pada pertengahan Desember dan dapat difungsikan sekitar dua pekan kemudian berkat kerja bersama warga, prajurit TNI, serta relawan Vertical Rescue Indonesia yang bekerja siang dan malam.
Gotong royong itu menjadi simbol kuat kolaborasi antara masyarakat dan negara dalam menghadirkan infrastruktur dasar di wilayah yang sebelumnya terisolasi secara akses.
Siti menuturkan bahwa sebelum jembatan tersedia, perjalanan menuju sekolah bisa memakan waktu hingga satu jam karena harus memutar melewati jalur alternatif yang rusak dan menurun tajam.
“Kalau ke sana itu nguriling, jalannya jelek dan harus turun juga, dulu satu jam, sekarang paling 20 menit, bahkan jalan kaki lima menit juga nyampe,” katanya.
Dampak jembatan gantung Cisurupan tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan, tetapi juga menyentuh aktivitas ekonomi, pertanian, dan keagamaan warga di kedua desa.
Warga kini dapat mengangkut hasil kebun, menghadiri kegiatan ibadah, dan menjalankan aktivitas harian tanpa khawatir terputus akses saat hujan atau sungai meluap.
Rasa syukur dan apresiasi pun disampaikan Siti atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat, alhamdulillah kami dan anak-anak jadi nyaman melewati jembatan ini,” ujarnya.
Kebahagiaan serupa dirasakan Ayu Mila Karmila, siswi kelas 5 SDN 2 Sirnajaya, yang kini bisa berangkat sekolah tanpa takut basah dan terlambat.
Baca Juga: Gibran Minta Daerah Bertindak Tegas Usai Longsor Bandung Barat Terungkap Dugaan Alih Fungsi Lahan
“Kalau dulu sebelum ada jembatan harus basah-basahan, kalau sekarang lebih cepat dan senang tetap bisa sekolah walaupun hujan,” kata Ayu.
Ia mengaku sebelumnya beberapa kali terpaksa tidak masuk sekolah ketika hujan deras mengguyur kawasan Gunung Papandayan dan Sungai Cialit meluap.
“Sekarang sudah enggak pernah bolos lagi karena sudah ada jembatan, terima kasih kepada Bapak Prabowo,” ucapnya.
Pembangunan jembatan gantung di Cisurupan menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur sederhana dapat memberi dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat dan memastikan hak anak-anak untuk mengakses pendidikan secara aman dan berkelanjutan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










