Banten

Seragam Hitam dan Nametag yang Masih Utuh: Kisah Pilu Ditemukannya Pramugari Florencia di Tebing Gunung Bulusaraung

Saeful Anwar | 22 Januari 2026, 06:28 WIB
Seragam Hitam dan Nametag yang Masih Utuh: Kisah Pilu Ditemukannya Pramugari Florencia di Tebing Gunung Bulusaraung

AKURAT BANTEN– Keheningan di tebing curam Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pecah oleh isak tangis tim SAR saat menemukan sosok yang telah dicari selama dua hari terakhir.

Florencia Lolita Wibisono, pramugari senior pesawat ATR 42-500, ditemukan dalam kondisi yang menyayat hati, tersangkut di antara cadas tebing yang sulit dijangkau.

Bagi keluarga dan rekan kerja, penemuan ini bukan sekadar berita duka, melainkan akhir dari sebuah penantian penuh doa yang berakhir tragis.

Baca Juga: Geger Unggahan ‘My Husband’, Vie Shantie Khan Akhirnya Bongkar Status Hubungannya dengan Mualem!

Saksi Bisu: Nametag yang Masih Melekat

Ada satu pemandangan yang membuat tim evakuasi tertegun di lokasi kejadian.

Di tengah kondisi medan yang luluh lantak, seragam hitam kebanggaan Florencia ditemukan masih utuh.

Bahkan, nametag bertuliskan namanya masih melekat di dada, seolah menjadi saksi bisu dedikasi terakhirnya dalam tugas.

"Jasad korban berhasil diidentifikasi melalui kecocokan data sidik jari dan rekam medis gigi oleh tim DVI Polri," ujar Brigjen Pol Mashudi, Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri.

Baca Juga: HEBOH! Bukan Vie Shanti Khan Pengusaha Malaysia, Sosok yang Resmi Dipersunting Gubernur Aceh, Ternyata Ini...

Firasat "Jatuh dari Langit" dan Rencana Pernikahan yang Kandas

Di balik kecelakaan maut ini, tersimpan kisah-kisah mengharukan yang kini viral di media sosial.

Florencia, yang akrab disapa Olen, sempat mengunggah sebuah pesan di akun Instagram pribadinya yang kini dianggap sebagai firasat.

Unggahan tersebut menyinggung soal "jatuh dari langit" dan perpisahan, sebuah kebetulan yang teramat pedih bagi mereka yang ditinggalkan.

Lebih memilukan lagi, Olen dikabarkan tengah merencanakan hari bahagianya.

Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi lembaran baru dalam hidupnya kini terkubur bersama puing-puing ATR 42-500 di perbatasan Pangkep-Maros.

Baca Juga: Publik Tertipu? Terbongkar Bukti Foto Baptis Daisy Fajarina, Ibu Manohara yang Selama Ini Ngaku Muslim

Sosok Senior Berdedikasi 14 Tahun

Dunia penerbangan kehilangan salah satu putri terbaiknya. Alumni Universitas Pelita Harapan ini bukan orang baru di angkasa.

Dengan pengalaman 14 tahun, Olen dikenal sebagai instruktur yang tegas namun penyayang bagi para pramugari junior.

Baru tiga bulan ia bergabung dengan armada ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, namun takdir berkata lain.

Dedikasinya dalam menjaga keselamatan penumpang hingga detik terakhir menjadi warisan yang akan selalu dikenang oleh rekan-rekannya.

Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan! Ternyata Ini Sosok Vie Shantie Khan, Perempuan Malaysia yang Disebut Jadi Istri Baru Mualem

Evakuasi Dramatis di Medan Ekstrem

Proses evakuasi Olen tidaklah mudah. Tim SAR gabungan harus bertaruh nyawa melawan cuaca yang tak menentu dan kemiringan tebing yang ekstrem.

Jenazahnya ditemukan di titik koordinat yang sulit dijangkau, memerlukan teknik rappelling khusus untuk membawa sang pramugari kembali ke pelukan keluarga.

Kini, kotak hitam (black box) pesawat tersebut telah ditemukan dan sedang dalam proses penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut.

Selamat jalan, Florencia Lolita Wibisono. Tugasmu di angkasa telah usai, namun dedikasimu akan selalu abadi di hati mereka yang mengenalmu (**) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman