Banten

Per 1 Januari 2026 BI Resmi Tinggalkan JIBOR, INDONIA Jadi Penentu Arah Suku Bunga Pasar

Andi Syafrani | 1 Januari 2026, 14:16 WIB
Per 1 Januari 2026 BI Resmi Tinggalkan JIBOR, INDONIA Jadi Penentu Arah Suku Bunga Pasar

AKURAT BANTEN - Bank Indonesia mengambil langkah strategis dalam pembenahan pasar keuangan nasional dengan menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR). Kebijakan ini resmi berlaku mulai 1 Januari 2026 dan menandai berakhirnya penggunaan JIBOR sebagai acuan suku bunga di pasar uang domestik.

Sebagai pengganti, Bank Indonesia menetapkan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) sebagai satu-satunya referensi suku bunga.

INDONIA dinilai lebih mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya karena berbasis transaksi riil di pasar uang antarbank.

Baca Juga: Malam Haru di Tapanuli Selatan: Saat Prabowo Pilih Mengungsi Bersama Rakyat di Pergantian Tahun 2026

Keputusan ini bukan langkah mendadak. INDONIA telah diperkenalkan sejak 2018 dan secara bertahap diperkuat posisinya sebagai benchmark suku bunga yang andal, transparan, serta selaras dengan praktik internasional.

Bank Indonesia mencatat, proses transisi berjalan cukup solid. Kontrak keuangan yang masih berbasis JIBOR mengalami penurunan signifikan hingga 67,7 persen. Sebaliknya, kontrak yang menggunakan fallback rate atau mengacu pada INDONIA justru meningkat sebesar 35,9 persen.

Capaian tersebut menunjukkan pelaku pasar semakin siap dan percaya diri beralih ke acuan suku bunga baru. Perbankan, korporasi, hingga pelaku pasar keuangan dinilai telah menyesuaikan sistem dan kontrak mereka sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Jamaah Thorikoh wan Naksabandiyah Gelar Istigosah Sambut Tahun Baru 2026 di Sumur Pandeglang

Langkah ini juga sejalan dengan reformasi global pascakrisis keuangan, di mana banyak negara meninggalkan suku bunga berbasis kuotasi dan beralih ke suku bunga berbasis transaksi nyata untuk meminimalkan risiko manipulasi.

Bank Indonesia menegaskan bahwa penggunaan INDONIA diharapkan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan transparansi yang lebih tinggi, risiko pasar dapat ditekan dan efisiensi transaksi keuangan meningkat.

Selain itu, adopsi penuh INDONIA juga diyakini akan memperdalam pasar uang domestik serta meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata investor global, terutama dalam instrumen keuangan berbasis suku bunga.

Baca Juga: Kemenkop Perkuat Peran PMO, Percepatan Gudang dan Gerai Kopdes Merah Putih Didorong Serentak Nasional

Dengan dihentikannya JIBOR, Indonesia memasuki babak baru dalam tata kelola pasar keuangan. Bank Indonesia berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga konsistensi transisi demi terciptanya sistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC