Bobby Nasution Gratiskan Sekolah dan Ringankan Biaya Kuliah Warga Terdampak Banjir di Sumut

Akurat Banten - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperluas cakupan program sekolah gratis bagi pelajar yang berasal dari wilayah terdampak banjir dan longsor pada tahun ajaran mendatang.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan kebijakan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap bencana alam yang melanda sejumlah kabupaten dan kota.
Ia menyampaikan bahwa Program Unggulan Bersekolah Gratis akan diterapkan pada sekitar 41 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB negeri di Kepulauan Nias mulai tahun ajaran 2026/2027.
Namun kebijakan itu tidak hanya terbatas di Nias karena sejumlah daerah lain mengalami kondisi darurat akibat bencana.
“Awalnya kita fokuskan ke Kepulauan Nias, tetapi karena Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, dan Tapanuli Utara juga terdampak bencana, maka tahun depan kita gratiskan juga,” ujar Bobby.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri perayaan Natal 2025 di Desa Simataniari, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Menurut Bobby, akses pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena orang tua kehilangan mata pencaharian akibat bencana.
Oleh karena itu, Pemprov Sumut juga menyiapkan kebijakan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang orang tuanya terdampak banjir dan longsor.
Baca Juga: MAKI Geram! Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Tambang Nikel Konawe Utara yang Disetop KPK
“Kita akan bantu biaya pendidikan bagi orang tua yang anaknya sedang berkuliah,” kata Bobby.
Ia menilai banyak keluarga korban bencana yang sebelumnya mandiri kini berada dalam kondisi sulit secara ekonomi.
Bobby juga menyampaikan langsung kepada jemaat Gereja Pantekosta Kudus Indonesia dan Gereja Kristen Protestan Angkola bahwa pemerintah hadir dalam pemulihan pascabencana.
Selain sektor pendidikan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pemulihan sektor pertanian warga.
“Rumah yang rusak ringan, sedang, berat, bahkan hilang akan diperbaiki oleh Pak Presiden,” ucap Bobby.
Ia menambahkan lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan longsor akan dipulihkan secara menyeluruh.
“Sawah dan kebun akan kita pulihkan mulai dari penyediaan bibit sampai pengolahan lahannya,” jelasnya.
Tak hanya rumah dan lahan pertanian, fasilitas umum juga menjadi bagian dari program perbaikan.
“Gereja, sekolah, dan fasilitas umum lainnya juga akan kita bantu perbaiki,” ujar Bobby.
Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar karena proses pemulihan dilakukan secara bertahap.
Menurut Bobby, sebagian besar wilayah terdampak saat ini sudah memasuki fase pemulihan awal.
Pemerintah daerah bekerja bersama TNI, Polri, dan masyarakat membersihkan material longsor serta membuka kembali akses jalan.
Akses transportasi menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi dan sosial warga bisa kembali berjalan.
Bobby berharap pemulihan di Sumatera Utara dapat berlangsung lebih cepat dan membawa kekuatan baru bagi masyarakat.
Baca Juga: MAKI Geram! Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Tambang Nikel Konawe Utara yang Disetop KPK
“Kita sama-sama berdoa agar kita cepat pulih dan Natal tahun depan bisa lebih baik dan lebih ceria,” katanya.
Harapan pemulihan juga datang dari warga Desa Simataniari yang masih terisolasi akibat longsor.
Intan, salah seorang warga, meminta bantuan agar akses menuju Dusun Pasir Bidang segera dibuka.
“Tolong bantu kami mengorek longsor di Pasir Bidang supaya kami bisa pulang ke kampung,” kata Intan.
Ia mengungkapkan banyak warga ingin kembali ke rumah untuk merayakan tahun baru bersama keluarga.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu memastikan langkah cepat akan diambil.
Ia menyatakan pemerintah kabupaten akan segera menurunkan tim teknis ke lokasi.
Tim tersebut ditugaskan untuk menangani pembukaan akses jalan agar warga bisa kembali beraktivitas secara normal.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










