Banten

Dave Laksono Serukan Kedewasaan Publik Usai Insiden Konvoi Bendera GAM di Tengah Banjir Aceh

Moehamad Dheny Permana | 27 Desember 2025, 14:22 WIB
Dave Laksono Serukan Kedewasaan Publik Usai Insiden Konvoi Bendera GAM di Tengah Banjir Aceh

Akurat Banten - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menahan emosi dan tidak terpancing situasi agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya insiden konvoi warga yang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka yang berujung pada kericuhan dengan aparat keamanan di wilayah Aceh Utara.

Dave mengaku sangat prihatin atas peristiwa tersebut karena terjadi saat masyarakat Aceh sedang menghadapi bencana banjir yang membutuhkan solidaritas dan kerja sama semua pihak.

Menurutnya, kondisi darurat akibat bencana seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan, bukan justru membuka ruang gesekan sosial dan politik.

Ia menilai benturan di lapangan sangat disayangkan karena berpotensi mengganggu fokus utama penanganan banjir dan distribusi bantuan bagi warga terdampak.

“Saya menghimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai dan sesuai aturan, serta mengajak aparat keamanan tetap mengedepankan sikap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas,” kata Dave.

Baca Juga: Tangis Haru di Panggung DA7! Tasya Tangerang Selatan Resmi Jadi Juara, Unggul Tipis dari Valen Pamekasan!

Dave menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum dan pertimbangan situasi sosial yang sedang dihadapi.

Ia memahami bahwa sebagian warga memiliki niat membantu korban banjir sekaligus ingin menyuarakan aspirasi agar penanganan bencana mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tujuan kemanusiaan tidak tereduksi oleh simbol atau tindakan yang berpotensi memicu salah tafsir dan ketegangan.

“Jangan sampai perbedaan ekspresi di lapangan mengaburkan tujuan utama kita, yaitu memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan,” ujarnya.

Dave menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang terbuka antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.

Menurut dia, kurangnya koordinasi dan dialog dapat dengan cepat berubah menjadi konflik apabila tidak dikelola dengan pendekatan yang saling menghormati.

Ia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat jalur komunikasi agar aspirasi publik dapat tersampaikan secara jelas dan konstruktif.

Pendekatan persuasif dinilai menjadi kunci agar kebijakan dan langkah penanganan bencana bisa dipahami serta diterima oleh masyarakat luas.

Dave juga meminta aparat keamanan untuk tetap menjaga kepercayaan publik dengan mengedepankan sikap humanis di tengah situasi sensitif.

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Hentikan Tren Gerai Tolak Uang Tunai demi Jaga Wibawa Negara

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan pandangan.

Ia yakin bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk melewati situasi sulit apabila semua pihak bersedia menahan diri.

Menurut Dave, penanganan bencana harus menjadi prioritas utama tanpa tercampur kepentingan lain yang berpotensi memecah konsentrasi dan persatuan.

Perbedaan pandangan politik, kata dia, seharusnya disalurkan melalui mekanisme yang tepat dan tidak dibawa ke ruang kemanusiaan.

Dave menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemulihan pascabencana adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Ia berharap peristiwa di Aceh Utara tidak terulang dan dapat menjadi bahan evaluasi bersama dalam mengelola dinamika di lapangan.

“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk menjaga persatuan, mengedepankan kemanusiaan, dan memperkuat kepercayaan antara masyarakat dan aparat,” tutup Dave.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.