Misteri Kematian Guru SD di Bogor, Saksi Sebut Korban Dibonceng Tak Wajar hingga Kaki Terseret Aspal

AKURAT BANTEN - Warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang perempuan yang belakangan diketahui bernama Arifianti, guru sekolah dasar swasta asal Depok, pada Sabtu malam, 6 Desember 2025.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terikat, memicu dugaan kuat adanya tindak kekerasan yang mengarah pada pembunuhan dan menyisakan banyak pertanyaan di kalangan warga sekitar.
Salah satu saksi, Dayat (45 tahun), pemilik warung tak jauh dari lokasi penemuan jasad, menceritakan bahwa sebelum mayat ditemukan, ada seorang pengendara motor yang melihat sosok perempuan yang dibonceng secara tidak wajar.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beri Tenggat, Bea Cukai Diminta Bersih-Bersih atau Hadapi Sanksi Berat!
Menurut Dayat, saksi melihat korban berada di jok belakang sepeda motor dalam posisi tidak normal, dengan kaki terkulai ke bawah hingga tampak menyeret permukaan jalan.
“Motor itu lewat dari arah Cileungsi ke Citeureup, sudah sempat ditegur orang, karena kaki penumpangnya sudah nyeret ke aspal,” kata Dayat saat ditemui di warungnya.
Saksi tersebut sempat menegur pengendara motor karena khawatir penumpang mengalami luka, namun pengendara itu tetap melanjutkan perjalanan tanpa memberikan penjelasan.
Baca Juga: Usai Disorot Publik karena Umrah Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf
Beberapa saat setelah kejadian, saksi tersebut pulang ke rumah dan baru menyadari kejanggalan itu ketika melihat kabar penemuan jasad perempuan di media sosial beberapa jam kemudian.
Ia kemudian menduga bahwa sosok yang dibonceng saat itu bisa jadi adalah korban yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Dayat menyebut setelah informasi itu berkembang, ia langsung melapor kepada ketua RT dan perangkat desa setempat agar kejadian ini bisa segera ditindaklanjuti pihak berwajib.
Tak lama berselang, aparat kepolisian datang ke lokasi, memasang garis pembatas, dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan petunjuk yang bisa mengarah ke pelaku.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, termasuk menelusuri identitas pengendara motor yang diduga sempat membawa korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan rekan-rekan sejawatnya di dunia pendidikan, sekaligus menjadi peringatan keras tentang pentingnya kewaspadaan warga terhadap situasi mencurigakan di lingkungan sekitar.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik






