Banten

TERUNGKAP! Motif Balas Dendam Ayah Tiri: Detik-Detik Alex Iskandar Bekap Alvaro, Membuang Jasad di Tenjo, Hingga Kerangka Ditemukan 8 Bulan Kemudian

Saeful Anwar | 25 November 2025, 13:24 WIB
TERUNGKAP! Motif Balas Dendam Ayah Tiri: Detik-Detik Alex Iskandar Bekap Alvaro, Membuang Jasad di Tenjo, Hingga Kerangka Ditemukan 8 Bulan Kemudian

AKURAT BANTEN-Kasus hilangnya bocah 6 tahun, Alvaro Kiano Nugroho, yang menggemparkan publik sejak Maret 2025 akhirnya menemui akhir tragis.

Setelah delapan bulan pencarian, Alvaro ditemukan tak bernyawa, hanya menyisakan kerangka.

Polisi berhasil meringkus pelaku utama, yang tak lain adalah Alex Iskandar (49), ayah tiri korban.

Pengungkapan motif di balik aksi keji ini jauh lebih mengejutkan daripada dugaan awal: pembunuhan ini adalah aksi balas dendam!

Baca Juga: Hingga Hari ke-8 Operasi Zebra Jaya 2025, Polres Tangsel Tindak 368 Pelanggar Lalu Lintas

Sakit Hati Berujung Pembunuhan: Istri Diduga Selingkuh

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penyelidikan percakapan digital pelaku menunjukkan adanya indikasi kuat dorongan balas dendam.

"Pendalaman percakapan digital... penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan pelaku gimana caranya balas dendam (karena kesal diselingkuhi).

Ini muncul berulang kali, sakit hati ke pihak tertentu,” jelas Kombes Pol. Budi Hermanto.

Alex Iskandar dilaporkan sakit hati dan cemburu buta terhadap ibu kandung Alvaro, Arum, yang saat itu sedang bekerja di Malaysia. Kecemburuan ini dikuatkan oleh pengakuan kakek Alvaro, Tugimin.

Menurut Tugimin, Alex kerap menghubungi Arum dan marah jika teleponnya tidak diangkat, bahkan menuduh Arum sudah memiliki pria lain di Malaysia.

“Kayanya kecurigaan-kecurigaan itu mengganggu pekerjaan juga. Cuma... dia orangnya cemburuan, pencemburu. Cemburunya besar," ujar Tugimin.

Baca Juga: Bongkar Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro, Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Baru Selain Ayah Tirinya

Kronologi Mengerikan: Dibekap Karena Menangis

Pembunuhan tragis ini terjadi pada 6 Maret 2025. Awalnya, Alvaro hilang setelah izin untuk Salat Maghrib di masjid dekat rumahnya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Polisi mengungkap bahwa Alex menculik Alvaro dari wilayah Bintaro. Saat dibawa oleh ayah tirinya, Alvaro terus menangis tak henti-henti.

Inilah momen di mana Alex Iskandar gelap mata.

"Membekap korban hingga meninggal dunia," jelas Kombes Pol. Budi Hermanto, mengungkap cara Alex menghabisi Alvaro.

Tersangka mengaku kesal lantaran korban terus menangis. Pelaku lantas membekap Alvaro hingga tak bisa bernapas. Setelah meninggal, Alex membungkus jasad tak bernyawa itu dengan plastik.

Baca Juga: Menteri LH Beri Peluang Tangerang dan Tangsel Bangun PSEL Mandiri

Menyimpan Jasad 3 Hari dan Dibuang ke Tenjo

Setelah membunuh anak tirinya, Alex menyimpan jasad Alvaro selama tiga hari sebelum membuangnya.

Alex kemudian membawa jasad itu ke Tenjo, Bogor. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan bahwa Alex sudah sering ke Tenjo karena memiliki kerabat di sana dan mencari lokasi yang sepi.

“Dia tahu lokasi mana yang sepi untuk membuang di sana. Dan akhirnya memilih salah satu tempat yang mana di jembatan itu dibuang, almarhum dibuang jenazah dalam bentuk plastik itu di bawah jembatan itu," terang AKBP Ardian.

Kerangka Alvaro ditemukan di lokasi pembuangan sampah di bawah jembatan daerah Tenjo, 8 bulan setelah ia diculik.

Baca Juga: Indonesia–Inggris Sepakat Garap Proyek Maritim Rp87 Triliun, Dorong Lompatan Besar Industri Kapal Nasional

Alex Iskandar di Mata Keluarga: Sosok yang Baik Hati?

Pengakuan tragis ini berbanding terbalik dengan citra Alex Iskandar di mata keluarga. Kakek Alvaro, Tugimin, menyebut Alex adalah sosok yang baik dan sangat menyayangi cucunya.

"Baik. Jadi minta apa pun kalau dateng itu, minta apa pun diturutin, dibeliin. Bahkan kalau datang itu langsung nyari Alvaro, dicari, ketemu, langsung diajak beli mainan," ungkap Tugimin, menunjukkan betapa keluarga tak menyangka Alex adalah dalang di balik hilangnya Alvaro.

Namun, di balik kebaikan itu tersimpan rasa cemburu dan dendam yang kuat, yang akhirnya berujung pada kekejaman dan mengakhiri nyawa seorang bocah tak bersalah (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman