Banten

REVOLUSI RODA TIGA! Dari Kantong Pribadi, Presiden Prabowo Kirim Ratusan Becak Listrik 'Made in Pindad' untuk Pahlawan Jalanan

Saeful Anwar | 15 November 2025, 08:11 WIB
REVOLUSI RODA TIGA! Dari Kantong Pribadi, Presiden Prabowo Kirim Ratusan Becak Listrik 'Made in Pindad' untuk Pahlawan Jalanan

 

Sebuah Kisah Kepedulian yang Mengubah Hidup: Meringankan Beban Penarik Becak Lanjut Usia

AKURAT BANTEN– Sebuah inisiatif kemanusiaan yang menyentuh hati diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bukan menggunakan anggaran negara, melainkan murni dari kantong pribadinya, Presiden Prabowo menyalurkan bantuan ratusan unit becak listrik canggih kepada para penarik becak di berbagai kota di Indonesia, menandai babak baru bagi transportasi tradisional.

Program monumental ini diimplementasikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Ketua Umum GSN, Teguh Arief Indratmoko, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berakar dari empati yang mendalam.

"Beliau (Prabowo) tersentuh melihat seorang pengemudi becak usia 70 tahun, kurus, penuh peluh, kulitnya hitam terbakar matahari. Dari situ muncul inisiatif membuat becak listrik agar meringankan pekerjaan mereka," ujar Teguh.

 Baca Juga: SENTUHAN PRABOWO: Ratusan Becak Listrik Gratis dari Kantong Pribadi Presiden Mengubah Nasib Tukang Becak Tua di Tangerang

Inovasi Lokal, Dampak Nasional: Becak Listrik "Made in Pindad"

Bantuan yang diberikan bukanlah barang biasa. Setiap unit becak listrik, yang bernilai sekitar Rp 23 juta, merupakan produk inovasi kebanggaan dalam negeri yang diproduksi oleh PT Pindad.

Becak canggih ini disalurkan sepenuhnya secara cuma-cuma, menjadikannya hadiah yang tak ternilai bagi para penerima.

Target ambisius pun dicanangkan. GSN menargetkan penyaluran 10.000 unit pada tahun ini, dan angka tersebut akan melonjak drastis menjadi 30.000 unit pada tahun 2026.

Distribusi bantuan ini tidak hanya berpusat di Tangerang (dengan 140 unit tahap awal), tetapi juga telah menjangkau Tegal, Pekalongan, Kendal (140 unit), dan Demak (100 unit).

"Selama ada populasi becak, semuanya akan dikasih," tegas Teguh, menjamin program ini akan merata ke seluruh daerah di Indonesia secara bertahap.

 Baca Juga: Akhir Dramatis Rumah Mewah Ahmad Sahroni Pasca-Penjarahan: Rata dengan Tanah, Siap Bangun 'Benteng' Baru, Netizen Bilang Begini

Fokus Penerima: Mengutamakan Pahlawan Jalanan Lanjut Usia

Pada tahap awal, kriteria penerima difokuskan pada penarik becak berusia 70 tahun ke atas, sebuah penghormatan kepada mereka yang terus berjuang di usia senja.

Kriteria ini kemudian diturunkan menjadi 60 tahun, dan bertahap akan disesuaikan.

Seperti yang disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, program ini adalah bantuan langsung dari Presiden untuk masyarakat, dengan kriteria usia di atas 50 tahun di beberapa wilayah.

Novrizal Tahar, Deputi BP Taskin RI, juga menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen nyata untuk membantu masyarakat agar lebih hemat tenaga dan meningkatkan pendapatan.

 Baca Juga: Jakarta Terancam Tenggelam! Tanggul Pantai Mutiara Sudah :Sejajar' Laut, Warga Elit Hingga Nelayan Histeris

Dukungan Purna Jual dan Harapan Kesejahteraan

GSN memastikan program ini berkelanjutan dengan menyediakan pelatihan penggunaan dan perawatan.

Tim teknis dan bengkel-bengkel mitra disiapkan untuk layanan purna jual.

Para penerima menyambut gembira bantuan yang meringankan beban mereka. Koderi (51) dari Kendal mengucapkan terima kasih, "Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga, karena pekerjaan saya dari dulu menjadi tukang becak."

Di Demak, Sumadi (69) mengaku senang karena tidak perlu lagi mengayuh, "Jadi lebih menghemat tenaga, tidak terlalu capek."

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan Bupati Demak, Eisti’anah, sama-sama menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden kepada masyarakat kecil.

Bupati Demak bahkan berpesan, "Saya berharap bantuan ini tidak dijual dan dapat meringankan tenaga bapak-bapak, dan mendapatkan banyak rejeki."

Secara keseluruhan, inisiatif becak listrik ini bukan hanya tentang transportasi yang ramah lingkungan, tetapi juga merupakan narasi kuat tentang kehadiran dan kepedulian seorang pemimpin terhadap kesejahteraan rakyat kecil, membuktikan bahwa solidaritas nasional dapat lahir dari inisiatif pribadi yang berdampak masif. (**) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman