Banten

Heboh! Sejumlah Wilayah Tangerang Alami Fenomena Hujan Es, BMKG Beberkan Alasannya!

Andi Syafrani | 31 Oktober 2025, 20:42 WIB
Heboh! Sejumlah Wilayah Tangerang Alami Fenomena Hujan Es, BMKG Beberkan Alasannya!

AKURAT BANTEN — Warga di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Banten, dikejutkan oleh fenomena hujan es yang terjadi pada Jumat sore, 31 Oktober 2025.

Butiran es kecil tiba-tiba jatuh bersama hujan deras, membuat jalanan dan atap rumah tampak seperti diselimuti kristal putih selama beberapa menit.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II membenarkan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang kerap muncul di awal musim hujan. Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan hujan es muncul akibat kondisi atmosfer yang sangat labil dan tingginya pertumbuhan awan cumulonimbus di wilayah Banten.

Baca Juga: Prabowo Nilai KTT APEC 2025 Berlangsung Hangat: 'Dunia Perlu Tenang agar Ekonomi Pulih'

“Fenomena hujan es seperti hari ini memang sering terjadi pada masa peralihan dan awal musim hujan. Hujan es merupakan salah satu bentuk bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus,” ujar Hartanto dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, pembentukan awan cumulonimbus terjadi ketika udara panas naik dengan cepat ke lapisan atas atmosfer yang lebih dingin. Di sana, uap air berubah menjadi butiran es kecil. Ketika ukuran butiran es sudah cukup berat, gravitasi menariknya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es.

Baca Juga: Prabowo Bahas Kerja Sama dengan PM Selandia Baru: Fokus Pendidikan, Bahasa, hingga Kesehatan

Hartanto juga menyebut salah satu faktor pemicu lainnya adalah nilai Dipole Mode Index (DMI) yang saat ini berada pada fase negatif. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Banten.

“DMI negatif membuat wilayah barat Indonesia mendapat suplai uap air yang lebih banyak dari Samudra Hindia bagian timur,” jelasnya.

Sejak awal Oktober, fenomena hujan es memang telah beberapa kali dilaporkan di kawasan Tangerang Raya seperti Gading Serpong, Kelapa Dua, hingga Tangerang Selatan.

Baca Juga: Api Mengamuk di Papanggo Polisi Tunggu Hasil Forensik untuk Ungkap Dalang Kebakaran

Warga menyebut butiran es yang turun kali ini berukuran kecil, sekitar sebesar kelereng, namun cukup membuat genting dan kanopi rumah berbunyi keras saat jatuh.

Selain faktor atmosfer, suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Banten juga ikut memperkuat pembentukan awan tebal.

BMKG mencatat, suhu laut di sekitar Selat Sunda dan perairan utara Banten saat ini mencapai di atas 29 derajat Celcius, sehingga meningkatkan penguapan dan memperkaya kelembapan udara di lapisan bawah atmosfer.

Baca Juga: Aksi Begal Bersenjata di Bekasi, Korban Kejar Perlindungan ke Toko Warga dan Pelaku Gasak Motor

“Ketika suhu permukaan laut lebih hangat, proses penguapan meningkat tajam. Hal ini membuat udara menjadi lebih lembap dan mudah membentuk awan hujan berintensitas tinggi,” terang Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Selain hujan es, angin kencang, petir, dan hujan lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah Banten seiring peralihan menuju musim hujan.

“Kami sarankan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras disertai angin,” tambahnya.

Baca Juga: Waduh! Onadio Leonardo dan Istrinya Dibekuk Polisi Gegara Penyalahgunaan Narkoba, Barang Bukti Ganja dan Ekstasi Disita

Fenomena hujan es sendiri diperkirakan masih bisa terjadi hingga pertengahan November mendatang. BMKG mengingatkan bahwa meski berdurasi singkat, hujan es dapat menyebabkan kerusakan pada atap rumah, kendaraan, hingga tanaman warga.

Karena itu, masyarakat diimbau selalu memperbarui informasi cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC