CERITA PILU! Hancur Hati Sang Kakak dibalik Kisah Heroik menolong Adik dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

AKURAT BANTEN– Duka mendalam menyelimuti wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny pada Senin, 29 September 2025.
Di balik tumpukan puing dan upaya evakuasi, tersimpan sebuah kisah pilu tentang cinta dan pengorbanan seorang kakak yang berusaha keras menyelamatkan adiknya dari maut.
Kisah menyayat hati ini terungkap dari takziah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ke rumah duka salah satu korban jiwa.
Eri Cahyadi, yang datang untuk menyampaikan belasungkawa, mendengar langsung detail yang menyentuh dari keluarga korban, yang mana semua anak mereka merupakan santri di Ponpes tersebut.
Perjuangan Hidup dan Mati di Bawah Reruntuhan
Wali Kota Eri Cahyadi menuturkan, insiden nahas itu melahirkan cerita tentang aksi heroik seorang kakak.
Ketika bangunan Ponpes runtuh secara tiba-tiba, sang kakak tidak lari menyelamatkan diri sendiri, melainkan segera berjuang untuk menarik dan mengeluarkan adiknya dari jepitan material bangunan.
"Ini adalah satu keluarga yang semua anaknya mondok di sana. Kami mendapat cerita bahwa kakaknya sempat menolong adiknya ketika reruntuhan menimpa," ungkap Eri.
Dalam keputusasaan di tengah bencana, sang kakak mempertaruhkan segalanya, menggunakan sisa tenaga dan keberaniannya untuk melindungi adiknya dari beton dan puing yang jatuh.
Aksi spontan yang didorong naluri kasih sayang ini memberikan gambaran betapa kuatnya ikatan batin di antara keduanya.
Baca Juga: Dilema Cukai Rokok: Jadi Polemik Masalah Ekonomi dan Kesehatan, Purbaya Pilih yang Paling Bermanfaat
Selamat dari Maut, Tapi Kehilangan Belahan Jiwa
Namun, takdir berkata lain. Meskipun sang kakak telah berjuang mati-matian, adiknya akhirnya dinyatakan menjadi salah satu korban tewas dalam insiden memilukan ini.
Perjuangannya, meski gagal menyelamatkan nyawa sang adik, menjadi monumen abadi atas pengorbanan seorang saudara.
Kakak korban sendiri, yang sempat berupaya keras di lokasi kejadian, juga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soewandhie.
Kabar baiknya, kini ia telah diizinkan pulang dan dalam kondisi selamat.
"Ia menambahkan, kakak dari korban yang meninggal sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie dan kini dalam kondisi selamat, dan telah diizinkan pulang," tutup Eri Cahyadi.
Kisah pilu ini seakan menorehkan luka baru di hati keluarga korban dan seluruh masyarakat Sidoarjo.
Ia menjadi pengingat yang menyakitkan tentang risiko dan bahaya yang dihadapi para santri, sekaligus membuktikan betapa besar cinta yang dapat muncul di tengah bencana paling mengerikan.
Cerita ini bukan hanya tentang reruntuhan bangunan, tetapi tentang kehilangan tragis dan keberanian tak terhingga dari seorang kakak (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Polemik Ijazah Jokowi Kembali Memanas, Dokumen Disebut Dibakar dan 3 Saksi Siap Buka Suara
- 10Gatot Nurmantyo Ungkap Skenario Setelah Gugatan Gibran Ditolak, Prabowo Diminta Waspada



