Program Magang Nasional Dibuka Lebar, Airlangga: Semua Perusahaan Bisa Ikut Serta

Akurat Banten - Pemerintah kembali menyiapkan terobosan besar untuk lulusan baru perguruan tinggi yang tengah mencari pengalaman kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan program magang nasional akan melibatkan seluruh sektor usaha tanpa terkecuali.
“Perusahaan semuanya bisa, swasta atau milik negara dan akan ada kerja sama link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan tersebut,” ujar Airlangga.
Ia menjelaskan bahwa program ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing tenaga kerja muda Indonesia yang selama ini sering terkendala minimnya pengalaman ketika masuk dunia kerja.
Magang nasional dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia usaha agar para lulusan tidak lagi terputus dengan kebutuhan industri.
Menurut Airlangga, pelaksanaan program tersebut sudah masuk tahap finalisasi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Targetnya, program ini mulai bergulir pada kuartal keempat tahun 2025 dan akan digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah juga menekankan pentingnya aspek kesejahteraan peserta magang.
Dalam keterangan pers terpisah, Airlangga menyebut setiap peserta akan menerima uang saku setara upah minimum provinsi (UMP).
“Peserta magang akan mendapatkan upah sesuai UMP di daerah masing-masing, rata-rata Rp3,3 juta per bulan, dengan durasi program selama enam bulan,” jelasnya.
Baca Juga: 921 Kasus Lingkungan Disorot KLH, Ratusan Perusahaan Kena Sanksi Berat
Jumlah kuota yang disediakan untuk tahap awal dipatok sebanyak 20 ribu peserta.
Kebijakan ini diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi para fresh graduate untuk segera mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi mereka.
Airlangga optimistis sekitar 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi bisa langsung terserap melalui skema magang nasional ini.
Ia menekankan, kesempatan ini bukan sekadar magang biasa, melainkan jalan awal menuju rekrutmen tenaga kerja baru oleh perusahaan.
Program magang nasional juga dimasukkan ke dalam delapan paket kebijakan ekonomi yang digagas pemerintah untuk tahun 2025.
Delapan paket tersebut dirancang sebagai stimulus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga perusahaan yang bisa mendapatkan talenta segar serta perekonomian nasional yang memperoleh dorongan positif.
Selain itu, pemerintah mendorong agar perguruan tinggi lebih aktif membangun jaringan dengan dunia industri.
Hal ini diyakini dapat menekan kesenjangan antara teori yang diajarkan di kampus dengan praktik kerja di lapangan.
Magang nasional diharapkan mampu menciptakan sinergi baru yang produktif, terutama bagi sektor-sektor yang sedang berkembang pesat seperti teknologi digital, energi terbarukan, hingga manufaktur berorientasi ekspor.
“Program ini kami desain agar perguruan tinggi dan industri bisa sama-sama bergerak, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri,” tegas Airlangga.
Dengan rancangan yang lebih komprehensif, pemerintah ingin memastikan lulusan muda tidak lagi terjebak dalam lingkaran pengangguran terdidik.
Kesempatan magang dengan standar upah layak diharapkan bisa menjadi pintu masuk menuju karier profesional sekaligus mendukung percepatan transformasi ekonomi nasional.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










