Banten

Program KUR Perumahan Diklaim Bisa Dorong Ekonomi dan Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Moehamad Dheny Permana | 18 September 2025, 07:14 WIB
Program KUR Perumahan Diklaim Bisa Dorong Ekonomi dan Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Akurat Banten - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan diyakini mampu menjadi motor baru penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa potensi serapan tenaga kerja dari program ini dapat mencapai 9 juta orang.

Ia menekankan bahwa angka tersebut tidak hanya berasal dari proyek pembangunan rumah secara langsung, tetapi juga dari efek berantai pada berbagai sektor industri yang terkait.

“Setiap satu rumah yang dibangun bisa melibatkan 5 sampai 6 pekerja. Dampaknya bahkan lebih luas karena mendorong lebih dari 140 sektor industri, mulai dari semen, baja, kayu, sampai jasa logistik,” ujar Anindya.

Menurutnya, perumahan bukan sekadar urusan menyediakan tempat tinggal, melainkan bagian penting dari penggerak ekonomi nasional.

Saat ini, sektor konstruksi dan perumahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar keempat di Indonesia, dengan sekitar 8 juta orang yang menggantungkan hidupnya di sektor ini.

Namun, ia mengakui masih ada tantangan besar, salah satunya biaya modal yang tinggi.

Bunga kredit yang berkisar 11 hingga 12 persen disebut menjadi hambatan utama bagi para pengembang perumahan.

Karena itu, Anindya menilai skema KUR Perumahan dengan subsidi bunga 5 persen sebagai terobosan penting.

“Kami melihat ini sebagai kabar baik. Program ini bisa langsung menyerap 4 hingga 5 juta tenaga kerja, dan jika dihitung dengan industri pendukungnya, totalnya bisa mencapai 9 juta,” tegasnya.

Baca Juga: 921 Kasus Lingkungan Disorot KLH, Ratusan Perusahaan Kena Sanksi Berat

KUR Perumahan merupakan kebijakan pemerintah dengan alokasi dana sekitar Rp130 triliun pada tahun ini.

Skema pembiayaan ini dibagi ke dua sisi, yaitu suplai sebesar Rp117 triliun dan permintaan Rp13 triliun.

Dana di sisi suplai ditujukan untuk pengembang, penyedia jasa konstruksi, hingga pelaku UMKM penyedia bahan bangunan.

Sementara dari sisi permintaan, pembiayaan bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil atau individu untuk mendukung kegiatan mereka.

Dengan adanya subsidi, suku bunga pinjaman bisa ditekan hingga 5-6 persen, jauh lebih ringan dibandingkan bunga komersial di pasar.

Anindya menilai langkah ini akan menjadi “angin segar” bagi perekonomian Indonesia yang saat ini membutuhkan stimulus untuk membuka lapangan kerja baru.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, juga menyampaikan optimismenya.

Ia mengungkapkan, sektor perumahan pada 2024 telah menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja dan menyalurkan investasi hingga Rp94,5 triliun.

Baca Juga: Buronan Minyak Riza Chalid Diburu, Polri Resmi Minta Bantuan Interpol

“Program ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius memperhatikan sektor yang mampu menciptakan kesejahteraan sosial sekaligus memperkuat perekonomian,” kata Rosan.

Rosan menambahkan, keberadaan KUR Perumahan tidak hanya mendorong sektor konstruksi, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri nasional.

Kadin sendiri berharap keberlanjutan program ini bisa menjawab masalah kekurangan pasokan perumahan sekaligus membuka jalan bagi jutaan pekerja baru di Indonesia.

Jika dikelola dengan tepat, program ini bukan hanya solusi perumahan, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga daya tahan ekonomi bangsa.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.