Banten

Perlindungan Nelayan Kecil, KKP Luncurkan Asuransi dan 100 Kampung Merah Putih

Moehamad Dheny Permana | 16 September 2025, 12:08 WIB
Perlindungan Nelayan Kecil, KKP Luncurkan Asuransi dan 100 Kampung Merah Putih

Akurat Banten - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesejahteraan nelayan kecil melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program strategis ini tidak hanya menekankan pada pembangunan fisik kampung nelayan, tetapi juga memberikan perlindungan sosial berupa asuransi khusus bagi para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya di laut.

Ketua Tim Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menuturkan bahwa skema perlindungan ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk melindungi nelayan dari risiko tinggi saat bekerja.

“Kami akan memberikan asuransi nanti untuk juga dipergunakan oleh nelayan, tentunya yang terkait dengan jaminan-jaminan keselamatan, ini juga menjadi perhatian kami,” jelas Trian.

Menurut Trian, lebih dari 90 persen produksi perikanan tangkap nasional ditopang oleh nelayan skala kecil. Karena itu, keberadaan asuransi dianggap sebagai langkah konkret untuk memastikan kelompok ini tidak lagi dibiarkan menghadapi risiko sendirian.

Program Kampung Nelayan Merah Putih tahun ini menargetkan pembangunan 100 kampung nelayan di berbagai daerah.

Baca Juga: Kemendagri Apresiasi Siskamling Unik di Grobogan, Aturan Malam Tanpa TV dan HP

Sebanyak 65 lokasi sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025, dengan target penyelesaian hingga 2 Desember 2025.

Sementara itu, 35 lokasi lain masih dalam tahap finalisasi anggaran dan direncanakan mulai berjalan pada Oktober mendatang.

Tak hanya soal perumahan, KKP juga menyiapkan berbagai infrastruktur vital untuk menunjang kehidupan nelayan.

Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Mahrus, menuturkan fasilitas yang akan dibangun meliputi dermaga, jalan, drainase, hingga penerangan listrik.

Di sisi produksi, pemerintah berencana menghadirkan cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

“Program ini juga dirancang untuk mendukung sistem penangkapan ikan terukur berbasis kuota, yang akan memperkuat tata kelola perikanan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Mahrus.

Selain perlindungan dan infrastruktur, program KNMP juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat pesisir.

Setiap kampung nelayan diperkirakan menyerap hingga 70 tenaga kerja, baik dari kalangan nelayan maupun operator fasilitas pendukung.

Baca Juga: Tarif Rp1 Diperpanjang! Simak 7 Kiat Naik Transportasi Umum DKI Jakarta untuk Pemula, Ini Cara Bayarnya

Jika target 100 lokasi tercapai, maka lebih dari 7.000 lapangan kerja permanen baru akan terbuka di sektor perikanan.

KKP optimistis langkah ini bukan hanya meningkatkan taraf hidup nelayan, tetapi juga mendorong pengelolaan sumber daya laut yang lebih terukur, adil, dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi antara perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja, pemerintah berharap program Kampung Nelayan Merah Putih bisa menjadi titik balik bagi kesejahteraan komunitas pesisir Indonesia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.