Banten

Terbongkar! Motif Penusukan Kakak Kandung karena Cekcok Jualan Sabu

Moehamad Dheny Permana | 23 Juli 2025, 13:18 WIB
Terbongkar! Motif Penusukan Kakak Kandung karena Cekcok Jualan Sabu

Akurat Banten - Hubungan kakak beradik semestinya menjadi tempat berlindung, bukan ladang pertikaian.

Namun tidak demikian kisah yang menyesakkan ini, kisah tentang saudara yang berubah menjadi musuh, semua berawal dari kepercayaan yang dirusak oleh godaan narkotika.

Bukan soal harta warisan atau sengketa keluarga seperti yang umum terjadi, kasus ini mencuat karena hal yang lebih kelam yaitu sabu-sabu.

Dua pria bersaudara, sebut saja B (44) dan DS (47), terlibat dalam praktik penjualan barang haram tersebut.

Namun, kekompakan mereka sebagai “mitra dagang” rupanya tak sekuat ikatan darah yang seharusnya mengikat.

Konflik bermula ketika B merasa curiga atas setoran hasil penjualan dari DS yang tidak sesuai.

Baca Juga: Bupati Gunungkidul Murka Usai Tahu Warga Bisa Beli Rokok dan Skincare, Kenapa?

“Dia merasa korban tidak jujur dalam menyetorkan hasil jualan,” ujar AKBP Resa Fiardi Marasabessy.

Situasi pun memanas dari hari ke hari.

Cekcok kecil berubah menjadi pertengkaran hebat.

Bahkan tiga hari sebelum tragedi, perdebatan keduanya semakin sengit soal uang dan keberadaan sabu.

Korban, dalam hal ini DS, sempat membela diri bahwa ia sudah tidak menyimpan sabu lagi.

Tapi, pelaku tidak percaya begitu saja. B, yang diliputi rasa curiga dan dendam, punya cara lain untuk membuktikan kecurigaannya.

Ia meminta bantuan seorang teman, berinisial D, untuk berpura-pura membeli sabu dari DS.

Baca Juga: Telak! Timnas U-23 Kalah dari Malaysia, Erick Thohir Angkat Bicara Ungkap Hal Mengejutkan Ini

Hasilnya? Dugaan B benar. DS ternyata masih menyimpan dan menjual sabu secara diam-diam.

Bagaikan menyiram bensin ke api, penemuan itu memicu kemarahan B. Ia tidak hanya kecewa, tapi merasa dikhianati. Dari situ, lahirlah niat buruk.

Niat yang bukan sekadar untuk mengkonfrontasi, melainkan menghabisi.

Jumat, 18 Juli 2025, menjadi saksi dari kekelaman hubungan darah yang telah tercemar.

Dengan membawa pisau dapur yang ia sembunyikan, B mendatangi rumah orang tuanya di kawasan Cipinang Besar Selatan, tempat di mana DS juga tinggal.

Perselisihan pun kembali pecah. Namun kali ini, bukan hanya kata-kata yang dilontarkan.

“Pelaku sudah menyiapkan pisau dapur dari rumah dan saat cekcok itu memutuskan untuk melukai korban,” ungkap Resa.

Pisau itu menebas leher DS. Tidak cukup di situ, tusukan juga mendarat di tangan dan perut sang kakak hingga tergeletak tak berdaya.

Setelahnya, B kabur bersama istrinya ke Kuningan, Jawa Barat.

Namun pelarian itu tak berlangsung lama. Polisi yang sudah memburu jejak pelaku akhirnya menangkap B di Kuningan.

Baca Juga: Viral! Oknum Security Diduga Aniaya Pria Berkebutuhan Khusus, Aksi Terekam CCTV

“Tersangka berhasil diamankan dan penyidikan langsung ditangani oleh Polda Metro Jaya,” ujar Kompol Samsono, Kapolsek Jatinegara.

Kini, B harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bukan hanya karena menghilangkan nyawa seseorang, tetapi karena telah memutus satu ikatan yang tak akan pernah bisa dipulihkan yaitu hubungan darah yang dikhianati oleh dendam, sabu, dan pisau tajam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.