Banten

Budget Modifikasi Cuaca Rp 800 Jutaan, Ini Alasan Gubernur Jakarta dan Banten Tak Tertarik

Noudhy Valdryno | 10 Juli 2025, 14:20 WIB
Budget Modifikasi Cuaca Rp 800 Jutaan, Ini Alasan Gubernur Jakarta dan Banten Tak Tertarik

AKURAT BANTEN - Guna membantu percepatan penanganan darurat banjir di wilayah Jabodetabek, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan modifikasi cuaca pada hingga 11 Juli 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan data dari BMKG yang menunjukkan akan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya. 

“Operasi modifikasi cuaca dilakukan mulai tanggal 7 hingga tanggal 11 Juli 2025 nanti. Dipusatkan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025). 

Baca Juga: Banjir Tangerang Belum Usai, Sejumlah Penyakit Mulai Mengintai. Warga Harap Waspada!

Ia menjelaskan, pada hari Senin (7/7/2025) telah dilaksanakan satu sorti penerbangan pesawat Cessna 208 Caravan PK-DPI, dengan membawa bahan semai sebanyak 800 kg Natrium Klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di atas langit pesisir Banten dan Lebak.

“Lalu keesokan harinya, Selasa (8/7/2025), BNPB menambah satu armada pesawat Cessna Caravan PK-SNL untuk memaksimalkan operasi percepatan penanganan darurat banjir Jabodetabek,” katanya.

Adanya penambahan armada, kata Abdul, pada hari Selasa telah dilakukan total enam sorti penerbangan penyemaian NaCl. Dua sorti penerbangan PK-SNL melakukan penyemaian di wilayah perairan selatan Jawa Barat (Jabar) dan perairan utara Laut Jawa Barat.

Baca Juga: PIK Wajib Kelola Sampah Sendiri, Jakarta Tak Lagi Toleransi Kawasan Elit Buang Beban ke Bantar Gebang

"Penyemaian ini bertujuan untuk mengurangi supply massa udara yang berpotensi masuk ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Penyemaian ini menghabiskan total sebanyak 2.000 kg NaCl," ungkapnya. 

Pada operasi cuaca buatan, lanjutnya, ada empat sorti membawa masing-masing membawa 800 kg NaCl untuk penerbangan PK-DPI di langit pesisir utara Karawang dan Subang serta pesisir utara Indramayu. 

"Secara total rekapitulasi giat OMC HALIM ada periode tanggal 7-9 Juli 2025 adalah OMC Pesawat I ada 7 sorti penerbangan, bahan semai 5,6 ton. Lalu ⁠OMC Pesawat II dengan 5 sorti penerbangan, bahan semai 5 ton. Sehingga ⁠total OMC BNPB ada 12 sorti dengan bahan semai 10,6 ton," jelasnya.

Baca Juga: Lindungi Hewan Kesayangan dari Rabies, Ini Imbauan Penting Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan

Diketahui sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan jika untuk satu kali operasi penerbangan modifikasi cuaca menghabiskan sekitar Rp200 juta, untuk sekali penerbangan penyemaian awan atau sortie.

“Satu kali sortie berangkat itu sekitar Rp200 juta lah lengkap semuanya,” kata Suharyanto di Kantor Kemenko PMK, Kamis (27/3/2025).

Alasan Gubernur Tidak Tertarik Modifikasi Cuaca BNPB 

Dalam upaya mengatasi banjir di kawasan Tangerang, Gubernur Banten Andra Soni mengaku tidak akan melakukan modifikasi cuaca, tetapi penataan ruang dan wilayah di Tangerang Ray dibenahi.

"Kita tak akan dan tak ada rencana melakukan modifikasi cuaca. Banten akan lebih fokus pada penataan ruang yang salah sebelumnya," ujar Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau banjir di Perumahan Ciledug Indah Tangerang, Selasa (8/7/2025).

“Akan kita revisi mengenai tata ruang dan pemanfaatan ruang agar aliran sungai ini memiliki ruang sendiri dan tak ada penyempitan khususnya daerah aliran sungai," lanjut Andra.

Baca Juga: Lima Santri Didampingi Usai Diduga Jadi Korban Guru Ngaji Cabul

Andra pun tak ingin mengkambinghitamkan daerah tetangga, terkait banjir yang terjadi. Sebab menurutnya, kapasitas daya tampung air yang ada perlu dicek kembali agar sesuai dengan kebutuhan.

“Apalagi tidak mungkin merelokasi warga yang sudah tinggal bertahun-tahun di permukiman. Ini adalah kerja bersama semuanya termasuk dengan Jakarta dan Jabar dalam program Jabodetabek-puncur agar bisa sesuai dengan tata ruang ke depan dan banjir bisa selesai dalam segera," tuturnya.

Sementara, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menganggap jika Jakarta belum perlu jika harus melakukan operasi modifikasi cuaca, untuk mencegah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. 

Baca Juga: Penemuan Mengejutkan di Kali Ciliwung: Tubuh Misterius Tanpa Kepala Gegerkan Warga

"Jadi modifikasi cuaca sebenarnya belum terlalu perlu. Karena curah hujan di Jakarta sendiri tidak terlalu tinggi," kata dia di Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan. 

Penyebab utama banjir di Jakarta hari ini, menurutnya karena air kiriman dari hulu serta laut mengalami pasang. Hall itu membuat aliran air dari sungai tidak mengalir ke laut. "Yang problem itu sekarang ini pasang surutnya air laut sama air dari hulu," tukas Pramono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.