Kontroversi Perayaan Tahun Baru Islam: Perlukah Dirayakan Seperti Tahun Baru Masehi?

Akurat Banten - Perayaan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram kembali menjadi sorotan publik karena munculnya perbedaan pandangan mengenai cara memperingatinya.
Sebagian umat Islam di Indonesia menyambut pergantian tahun hijriyah dengan berbagai kegiatan religius seperti doa bersama, tausiah, dan pawai obor.
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan urgensi perayaan tersebut, apalagi jika dilakukan dengan cara-cara yang menyerupai perayaan Tahun Baru Masehi.
Beberapa ulama menyampaikan bahwa 1 Muharram lebih layak diisi dengan muhasabah dan introspeksi spiritual ketimbang euforia dan pesta kembang api.
Baca Juga: Amalan Mustajab di Bulan Muharram: Meraih Berkah di Tahun Baru Hijriyah
Sebagian kalangan muda melihat perayaan Tahun Baru Islam secara meriah sebagai cara untuk meningkatkan kebanggaan terhadap identitas Islam.
Pawai obor, misalnya, dianggap sebagai bentuk kebersamaan umat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.
Kementerian Agama Republik Indonesia sendiri tidak melarang kegiatan perayaan selama tidak melanggar syariat dan nilai kesopanan.
Baca Juga: Tragedi Gunung Rinjani: Dokter Ungkap Luka Parah dan Penyebab Meninggalnya Pendaki Asal Brasil
“Selama bernuansa religius dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, kegiatan tersebut sah-sah saja,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin.
Kontroversi ini mencerminkan dinamika pemahaman umat terhadap budaya Islam dan tantangan menjaga esensi peringatan Tahun Baru Hijriyah.
Meski berbeda pandangan, semangat untuk menjadikan Muharram sebagai awal perubahan yang lebih baik tetap menjadi titik temu bagi umat Islam di Tanah Air.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






