Banten

Geger! Penemuan Jasad Wanita di Sawah Tuban, Polisi Bantah Isu Kepala Putus

Andi Syafrani | 24 Juni 2025, 08:37 WIB
Geger! Penemuan Jasad Wanita di Sawah Tuban, Polisi Bantah Isu Kepala Putus

AKURAT BANTEN - Warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang wanita di tengah persawahan pada Senin pagi, 23 Juni 2025.

Jasad yang belakangan diketahui berinisial PR, seorang gadis berusia 21 tahun asal Desa Tingkis, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kepala terbenam di lumpur. Penemuan ini langsung bikin heboh, apalagi setelah muncul kabar di media sosial yang menyebut mayat itu tanpa kepala. 

Baca Juga: Ibu Muda di Bekasi Lapor Pelecehan oleh Dokter RSUD, Keluarga Kejar Keadilan dan Tuntut Sanksi Etik

Tim Inafis Satreskrim Polres Tuban nggak buang waktu dan langsung bergerak ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengevakuasi jasad yang ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di perempatan Anjlok, arah Desa Tanggir.

Menurut keterangan polisi, korban mengenakan kaus lengan panjang cokelat, celana panjang hitam, dan kalung emas dengan liontin huruf “P”. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Dr. Koesma Tuban untuk autopsi dan identifikasi lebih lanjut.

Baca Juga: BSU Cair Hari Ini, Cek Link Ini untuk Tahu Dapat Rp600 Ribu atau Tidak

Kepala Humas Polres Tuban, AKP Jemy Mintoro, buru-buru klarifikasi soal kabar miring yang beredar.

“Jasadnya utuh, nggak seperti yang ramai di medsos soal kepala putus. Itu hoaks,” tegas Mintoro saat dikonfirmasi, Senin sore.

Dia juga minta masyarakat nggak buru-buru menyebar spekulasi, apalagi foto atau video tanpa sensor, karena bisa ganggu proses penyelidikan dan bikin resah. “Kami masih dalami penyebab kematian, tunggu hasil resmi dari tim forensik,” tambahnya.

Baca Juga: Ternyata Begini Fakta Kiesha Alvaro Digampar Dimas Anggara Sebenarnya, Okie Agustina: 'Terjadi di Depan Mata Saya'

Kasus ini ternyata punya titik terang. Satreskrim Polres Tuban akhirnya menetapkan SF (25), pria asal Sidoarjo yang tinggal di Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, sebagai tersangka. SF, yang diketahui adalah pacar korban, diduga membunuh PR karena masalah asmara.

“Pelaku mengaku memukuli korban tiga kali di bagian leher belakang, lalu sekali lagi di wajah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander, Senin malam. Kejadian tragis ini diperkirakan terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, dua hari sebelum jasad ditemukan.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Belakang SPBU Petukangan, 55 Petugas Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Penemuan jasad PR bermula dari laporan petani yang sedang menyemprot padi di sawah. Mereka mencium bau busuk menyengat dan menemukan tubuh tak bernyawa itu tergeletak di antara lumpur.

“Saya kaget, baunya kuat banget. Langsung lapor ke polisi,” kata Rustamaji, salah satu saksi mata yang pertama kali menemukan jasad. Keluarga korban juga sempat kehilangan kontak dengan PR sejak Sabtu, meski ponselnya masih aktif.

“Kami coba telepon, tapi nggak diangkat. Pas dengar ada mayat, langsung buru-buru ke lokasi,” ujar Masridi, kakek korban, dengan nada penuh harap itu bukan cucunya.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sindir Pengembang Rumah yang Kini Jadi Spekulan Tanah: Harga Naik, Rumah Tak Kunjung Dibangun

Kabar soal PR yang hilang sejak Sabtu pagi ternyata udah bikin keluarga resah. Dwi Cahyono, sepupu korban, bilang PR terakhir terlihat pakai kaus cokelat kekuningan, celana hitam, dan jilbab kuning.

“Dia bilang mau bantu acara hajatan, tapi nggak pulang-pulang,” cerita Dwi. Dugaan keluarga menguat setelah mereka lihat pakaian dan kalung di jasad itu mirip dengan yang dipakai PR. Identitas korban akhirnya dikonfirmasi polisi setelah pemeriksaan awal.

Baca Juga: Iran Geram, Desak IAEA Kecam Serangan AS: Hukum Internasional Diinjak-injak!

Kasus ini bikin warga Tuban nggak cuma terkejut, tapi juga prihatin. Banyak yang berharap polisi bisa ungkap motif sebenarnya dan kasus ini nggak cuma berhenti di penangkapan pelaku.

Kapolsek Singgahan, AKP Rukandar, juga mengingatkan warga buat nggak asal sebar info di medsos.

“Jangan sampai informasi yang nggak jelas malah bikin panik dan ganggu penyelidikan,” katanya. Sementara itu, penyelidikan masih lanjut untuk pastikan nggak ada detail yang terlewat, termasuk kemungkinan motif lain di balik pembunuhan tragis ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC