Tragedi Berdarah di Pamulang: Kakak Tewas Dibacok Adik Kandung di Tengah Keramaian, Akibat Dendam Warisan

AKURAT BANTEN - Warga Jalan Masjid Darussalam RT 004 RW 014, Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Rabu (30/4/2025) siang dibuat geger dengan peristiwa berdarah yang merenggut nyawa seorang pria paruh baya.
Narun (sekitar 60 tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di depan sebuah warung, diduga kuat akibat sabetan senjata tajam oleh adik kandungnya sendiri, Firdaus alias Willy.
Suasana mencekam langsung menyelimuti lokasi kejadian. Teriakan histeris seorang ibu menjadi awal mula kepanikan warga.
Baca Juga: 24 Duta Besar Akan Hadiri 8 Pik, Acara Seba Baduy Kolaborasi Sumedang Larang, KDM Diundang
Jeffry, seorang saksi mata yang berada tak jauh dari lokasi, awalnya mengira teriakan tersebut disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.
Namun, pemandangan mengerikan yang ia saksikan membuatnya terkejut bukan kepalang.
"Saya dengar teriakan ibu-ibu 'jangan-jangan'. Saya keluar, biasanya di sini ada ketabrak motor," ungkap Jeffry dengan nada terkejut saat ditemui di lokasi kejadian.
Betapa terkejutnya Jeffry ketika melihat Narun, yang ternyata adalah temannya sejak kecil, tergeletak tak bernyawa dengan luka parah.
Di dekatnya, ia melihat Firdaus alias Willy sedang membersihkan sebilah celurit berlumuran darah menggunakan kain.
"Pas ke sana kepapasan saya lagi. Si pelaku cuma senyum saja ngeliat saya," lanjut Jeffry, menceritakan betapa dinginnya sikap pelaku setelah melakukan tindakan keji tersebut.
Baca Juga: Olahraga Ala Gen Z: Bukan Sekadar Sehat, Tapi Juga Stylish dan Viral!
Usai melakukan pembacokan, Firdaus dengan santai meninggalkan lokasi kejadian berjalan kaki ke arah yang tidak diketahui.
Sementara itu, Narun tergeletak dengan luka mengerikan di bagian leher. Ceceran darah terlihat jelas di sekitar galon air mineral di depan warung sudang, tempat korban menghembuskan napas terakhir.
Jeffry yang panik segera berlari menuju rumah korban untuk memberitahukan kabar duka tersebut kepada istri Narun.
Baca Juga: Danantara Indonesia Resmi Himpun 844 BUMN: Lompatan Besar Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional
Di tengah jalan, ia bertemu dengan dua orang temannya, Jospit dan Pulung, dan menceritakan kejadian tragis yang baru saja terjadi.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan betapa ramainya warga yang berdatangan untuk menyaksikan langsung tragedi berdarah ini.
Garis polisi telah membentang di sekitar area depan warung, tempat di mana darah korban masih terlihat jelas.
Jenazah Narun sendiri telah dievakuasi oleh pihak kepolisian menggunakan mobil Inafis.
Keterangan lebih lanjut dari saksi mata lain, Jefri, yang sedang mengupas ubi di warung saat kejadian, menambah pilu suasana.
Ia mendengar teriakan seorang ibu yang berupaya menghentikan aksi pelaku.
"Saya lagi ngupas ubi di warung, tiba-tiba denger teriakan ibu-ibu bilang 'jangan, jangan!'. Saya langsung keluar. Awalnya saya kira ada tabrakan," kata Jefri.
Jefri kemudian melihat Willy sedang mengelap sesuatu yang ternyata adalah darah.
Tak lama kemudian, ia melihat Narun sudah tergeletak bersimbah darah.
Lebih lanjut, Jefri mengungkapkan bahwa dirinya mengenal baik korban maupun pelaku, serta mengetahui adanya konflik laten di antara keduanya.
"Masalahnya saya tahu, itu dendam lama, soal warisan. Mereka berdua, Firdaus dan Bang Pulung, sudah tahu konflik ini sejak lama," bebernya.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Pamulang, Komisaris Widya Agustiono, yang berada di lokasi kejadian enggan memberikan komentar detail. "Masih penyelidikan," ujarnya singkat.
Baca Juga: Tragis! Minibus Travel Bhineka Hantam Truk di Tol Cisumdawu, Tiga Nyawa Melayang
Kasus pembunuhan yang melibatkan kakak beradik ini sontak menggegerkan warga sekitar. Motif di balik tindakan brutal Firdaus masih menjadi misteri yang sedang didalami oleh pihak kepolisian.
Dugaan kuat adanya dendam lama terkait masalah warisan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan ini.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya hubungan persaudaraan ketika diwarnai oleh konflik dan dendam yang mendalam.
Baca Juga: DEFISIT GAS 2025-2035: LNG Jadi Satu-satunya Harapan, Penuhi Kebutuhan Gas Bumi yang Terus Meroket
Warga Pamulang berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan tragis ini dan menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Barcelona Sudah Menggila di Liga Champions, tapi Lamine Yamal Bilang Trofi Tetap Bergantung pada Keberuntungan
- 10David Beckham Tak Masuk 4 Pemain Kelas Dunia Versi Sir Alex Ferguson, Responsnya Justru Bikin Terdiam










