Banten

Banjir Landa Banten, Ribuan Rumah Terdampak di Tangerang, Pandeglang, dan Serang

Irsyad Mohammad | 9 Maret 2025, 11:16 WIB
Banjir Landa Banten, Ribuan Rumah Terdampak di Tangerang, Pandeglang, dan Serang

AKURAT BANTEN - Curah hujan tinggi yang terjadi di beberapa wilayah di Banten dan Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah daerah, termasuk Tangerang, Pandeglang, dan Kabupaten Serang. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat ribuan rumah terdampak akibat luapan sungai dan drainase yang tersumbat.

Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana, mengungkapkan bahwa curah hujan pada dasarian pertama mencapai 300 mm dan diperkirakan meningkat pada dasarian kedua. 

Menyikapi hal ini, pemerintah tengah merencanakan operasi modifikasi cuaca seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: 2 Hari Terendam Banjir, Warga Kelurahan Parung Jaya Belum Tersentuh Bantuan Pemkot Tangerang

"Berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan diperkirakan semakin meningkat. Kami telah berkoordinasi dengan Kemenko PMK, BNPB, BMKG, serta Kepala Pelaksana se-Jabodetabek untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi," jelas Nana di Gedung Negara kepada wartawan. 

Akibat banjir tersebut sebanyak 2.000 Rumah Terdampak di wilayah Tangerang mencakup wilayah Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. 

Bencana ini sebagian besar karena adanya air kiriman dari Jakarta dan Jawa Barat, yang menyebabkan luapan Kali Angke dan sungai lainnya.

"Saat terjadi hujan di Tangerang, air tidak bisa langsung mengalir karena Kali Angke sudah meluap. Namun, saat ini kondisi sudah mulai surut," ujar Nana. Jumat (7/3/25)

Baca Juga: Kabupaten Tangerang Masih Dikepung 13 Titik Banjir, Berikut Daftar Wilayahnya

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Serang. Di Pandeglang, Kecamatan Jiput dan Labuan menjadi daerah yang paling terdampak, dengan sekitar 600 rumah terendam banjir.

Sedangkan di Kabupaten Serang, banjir melanda Kecamatan Padarincang dan Cinangka, dengan sekitar 300 rumah terdampak. 

Selain itu, longsor terjadi di beberapa titik, sehingga harus menurunkan alat berat untuk membersihkan jalan yang tertutup material longsoran.

"Kurang lebih ada 300 di beberapa desa di Padarincang dan tim kita juga berkoordinasi dan pu juga menurunkan beberapa unit alat berat karena memang longsoran itu menutupi jalan," ucapnya

Baca Juga: Banjir Telah Surut di Seluruh Titik Wilayah DKI Jakarta, Selanjutnya Proses Pembersihan

Lebih lanjut, kqta Nana mengungkapkan, Gubernur Banten pun menekankan pentingnya koordinasi antar instansi dalam penanganan bencana. Ia menginstruksikan agar mitigasi bencana menjadi prioritas utama guna mengurangi risiko di masa mendatang.

"Arahan Pak Gubernur jelas, kita harus lebih fokus pada upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Penanganan darurat memang penting, tetapi yang lebih utama adalah pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.