Presiden AS Donal Trump Rencanakan Rekonstruksi Infrastruktur dan Relokasi Warga Jalur Gaza

AKURAT BANTEN - Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rencana kontroversial terkait Jalur Gaza.
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih wilayah tersebut serta bertanggung jawab atas proses rekonstruksi dan pembersihan senjata yang masih berserakan akibat konflik..
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (4/2), di tengah situasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Berdiri di samping Netanyahu, Trump menegaskan bahwa Washington akan menghapus seluruh ancaman bom yang belum meledak, serta meratakan bangunan yang telah hancur akibat perang.
Lebih lanjut, ia menjanjikan pembangunan infrastruktur yang lebih modern, termasuk penyediaan lapangan kerja dan perumahan bagi penduduk Gaza.
Namun, rencana ini memicu berbagai spekulasi terkait keterlibatan langsung AS dalam pengelolaan wilayah tersebut.
Baca Juga: HP Sering Lemot dan Eror? Jangan Panik, Lakukan 8 Tips Ini untuk Mengatasinya, Simple dan Mudah
Selain membahas upaya rekonstruksi Gaza, Trump juga kembali mengangkat wacana relokasi warga Palestina ke negara-negara Timur Tengah, termasuk Mesir dan Yordania.
Gagasan ini mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk otoritas Palestina yang menolak pemindahan warganya dari tanah kelahiran mereka.
Sementara itu, Mesir dan Yordania telah lebih dulu menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut, menegaskan bahwa solusi terbaik adalah penyelesaian konflik, bukan pengusiran warga.
Pertemuan ini berlangsung di saat Israel dan Hamas sedang memasuki fase pertama gencatan senjata, dengan negosiasi lanjutan yang direncanakan dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?







