Banten

Sabu Memiliki Efek Jangka Pendek dan Panjang, Kenali Ciri Penggunanya!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 8 Juli 2024, 14:25 WIB
Sabu Memiliki Efek Jangka Pendek dan Panjang, Kenali Ciri Penggunanya!

AKURAT BANTEN - Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis data terkait jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 4,8 juta orang dengan rentang umur 15 hingga 64 tahun, pada tahun 2022 hingga 2024 diprediksi akan meningkat.

Salah satu jenis narkoba stimulan adiktif yang berbahaya seperti Sabu, memiliki efek kecanduan jangka pendek dan jangka panjang.

Nah, ciri-ciri dan efek bahaya bagi penggunanya, antara lain:

Baca Juga: Mengerikan! Efek Minum Kopi Berlebihan, Sebabkan Insomnia dan Memicu Asam Lambung

Ciri kecanduan Sabu:

  • Memiliki keinginan kuat untuk menggunakan sabu-sabu secara terus-menerus.
  • Hilang kontrol terhadap penggunaan dan naiknya toleransi terhadap narkoba.
  • Berubahnya perilaku dan kebiasaan, seperti penarikan diri dari keluarga dan teman.
  • Perubahan fisik yang buruk, seperti kulit kusam, gigi berlubang, dan penurunan berat badan drastis.

Baca Juga: 4 Program BNK Tangerang Untuk Menciptakan Kabupaten Tangerang Bebas Narkoba

Efek Jangka Pendek

  • Peningkatan energi yang berlebihan dan euforia.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan yang drastis.
  • Gangguan tidur yang serius atau Insomnia
  • Kecemasan, Agitasi dan paranoia.
  • Mood yang berubah dan sulit diatur.
  • Tegang otot dan gemetar yang tidak terkendali.
  • Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.
  • Kelelahan yang ekstrem dan keringat berlebih.
  • Gangguan kognitif seperti Sulit konsentrasi dan pemecahan masalah

Baca Juga: Miris! Dua Oknum Guru SMAN 1 Kalanganyar Pakai NARKOBA Cuma di Sanksi Pengurangan Jam Mengajar

Efek Jangka Panjang

  • Rusaknya organ tubuh, seperti jantung, hati, dan paru-paru.
  • Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan kronis, depresi, dan gangguan psikotik.
  • Memori jangka panjang terganggu dan penurunan fungsi kognitif.
  • Masalah tidur yang berkelanjutan dan insomnia kronis.
  • Gangguan sistem saraf yang mengakibatkan tremor, kejang, dan kerusakan syaraf.
  • Kualitas hidup menurun dan gangguan dalam hubungan sosial.
  • Penggunaan sabu-sabu yang salah dan berulang dapat meningkatkan risiko overdosis serta kematian.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.