Sabu Memiliki Efek Jangka Pendek dan Panjang, Kenali Ciri Penggunanya!

AKURAT BANTEN - Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis data terkait jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 4,8 juta orang dengan rentang umur 15 hingga 64 tahun, pada tahun 2022 hingga 2024 diprediksi akan meningkat.
Salah satu jenis narkoba stimulan adiktif yang berbahaya seperti Sabu, memiliki efek kecanduan jangka pendek dan jangka panjang.
Nah, ciri-ciri dan efek bahaya bagi penggunanya, antara lain:
Baca Juga: Mengerikan! Efek Minum Kopi Berlebihan, Sebabkan Insomnia dan Memicu Asam Lambung
Ciri kecanduan Sabu:
- Memiliki keinginan kuat untuk menggunakan sabu-sabu secara terus-menerus.
- Hilang kontrol terhadap penggunaan dan naiknya toleransi terhadap narkoba.
- Berubahnya perilaku dan kebiasaan, seperti penarikan diri dari keluarga dan teman.
- Perubahan fisik yang buruk, seperti kulit kusam, gigi berlubang, dan penurunan berat badan drastis.
Baca Juga: 4 Program BNK Tangerang Untuk Menciptakan Kabupaten Tangerang Bebas Narkoba
Efek Jangka Pendek
- Peningkatan energi yang berlebihan dan euforia.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan yang drastis.
- Gangguan tidur yang serius atau Insomnia
- Kecemasan, Agitasi dan paranoia.
- Mood yang berubah dan sulit diatur.
- Tegang otot dan gemetar yang tidak terkendali.
- Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.
- Kelelahan yang ekstrem dan keringat berlebih.
- Gangguan kognitif seperti Sulit konsentrasi dan pemecahan masalah
Baca Juga: Miris! Dua Oknum Guru SMAN 1 Kalanganyar Pakai NARKOBA Cuma di Sanksi Pengurangan Jam Mengajar
Efek Jangka Panjang
- Rusaknya organ tubuh, seperti jantung, hati, dan paru-paru.
- Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan kronis, depresi, dan gangguan psikotik.
- Memori jangka panjang terganggu dan penurunan fungsi kognitif.
- Masalah tidur yang berkelanjutan dan insomnia kronis.
- Gangguan sistem saraf yang mengakibatkan tremor, kejang, dan kerusakan syaraf.
- Kualitas hidup menurun dan gangguan dalam hubungan sosial.
- Penggunaan sabu-sabu yang salah dan berulang dapat meningkatkan risiko overdosis serta kematian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Debut Impian Michael Kayode: Cetak Gol, Bantu Italia Hancurkan Turki 4-1
- 10Bukan Cuma Menang 4-1, Italia Ukir Sejarah Lewat Kakak-Adik Esposito Setelah Lebih dari 1 Abad










