KESEDIHAN Sri Mulyani Adalah Gambaran Dari Sejumlah Tekanan Yang Berkecamuk Dalam Nuraninya Yang Masih Merah Putih

AKURAT BANTEN - Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menahan tangis menanggapi apa yang terjadi saat ini terhadap institusi yang dipimpinnya. Sambil terbata-bata ia menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya.
Sangat jelas terlihat ekspresi sedih Sri Mulyani yang hadir sebagai nara sumber, ketika tampil pada program Rosi yang ditayangkan di Kompas TV pada Kamis (02/03/2023) malam, dengan tema Kepercayaan Publik Tidak Boleh Dikhianati.
"Sebetulnya kalo kita lihat suasana saat ini ya Ros (Rosi), saya benar-benar bisa memahami disatu sisi masyarakat sangat kecewa dan pasti marah, karena itu adalah suatu ekspresi dan sekaligus harapan terhadap sebuah institusi yang selama ini sudah kita coba untuk terus perbaiki," ungkap Sri mulyani.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani tidak bisa dipungkiri ia merasa kecewa karena ulah anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rafael Alun Trisambodo, sehingga membuat kepercayaan masyarakat menurun.
Semua ini berawal dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo yang merupakan anak dari Rafael Alun terhadap David yang merupakan anak dari salah seorang petinggi GP Anshor, Hingga akhirnya terungkap gaya hidup mewah, flexing hingga harta kekayaan rafael yang dianggap tidak wajar sebagai pejabat Ditjen Pajak.
- Duka Sri Mulyani
- Duka Lembaga Keuangan Negara
- Duka Rakyat Indonesia
Kasus di atas adalah satu dari sekian prilaku buruk pejabat negara yang sempat ditangkap oleh mata kamera jurnalis, lalu bagaimana dengan yang tidak terlihat seperti pembagian roti dalam satu lingkaran setan yang berkoloni untuk kejahatan keuangan negara. Lalu tau apa rakyat Indonesia yang punya kuasa hanya untuk memerintah pacul?
Sungguh tragis negeri ini! Dalam banyak hal, sering hadir dalam candaan diberbagai Podcast atau di waktu senggangnya para akademisi, bahwa sesungguhnya negeri ini tak bertuan, maka yang mengisi kekuasaan adalah para perompak laut dari negeri seberang.
Ini nampak jelas dari cara kepemimpinan mereka yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup sebagai seorang negarawan, Seperti:
Gagal berpikir global bahwa Indonesia sebagai komunitas global
Gagal berpikir untuk mensejahterakan rakyat sesuai tuntutan Undang-undang 45
Gagal memahami demokrasi sebagai dasar tuntutan kemanusiaan, sehingga cenderung otoriter dan otoritas
Gagal mengolah atau menggunakan keuangan negara sehingga cara bar-bar menjadi jalan terakhirnya, kemudian berefek terhadap utang negara yang melonjak tinggi
Gagal memandang Undang-undang sebagai dasar kebijakan atau sebagai nahkoda, yang pada akhirnya cenderung menerbitkan undang-undang baru sebagai tandingan untuk kepentingan kelompok tertentu.
- Baca Juga: Kecil Kontribusi Tera Pada PDRB, Retribusi Tera Bakal Dihilangkan
- Baca Juga: TASBIH Sebagai Alat Untuk Dzikir, Namun Menuai Kontroversi Karena Asal Usulnya!
- Baca Juga: Berusia 115 Tahun, Kakek-Nenek di Lebak Rasakan Hidup dari Zaman Soekarno hingga Jokowi
Maka dengan sekuat apapun Sri Mulyani tetaplah dia sebagai pembantu presiden, walaupun di rasa cukup untuk menjelaskan semuanya. Namun kekuatan besar dari kelompok Oligarki yang berada disekitar pengambil kebijakan menjadikan ilmu pengetahuannya tidak berfungsi dengan baik.
Nah, bagaimana dengan keadaan akhir masa jabatannya? tentu kesedihan itu adalah akumulasi yang menggambarkan tentang bagaimana amanah yang di embannya tidak maksimal dan tidak memenuhi target kebahagiaan. Karena kacau-balaunya pengelolaan uang negara dan lemahnya pemimpin sebagai pengambil kebijakan, Sebagaimana telah digambarkan dalam satu filosofi, Bahwa ikan akan selalu busuk dari kepalanya bukan dari ekor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 4Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 5Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 6Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 7Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 8Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









