Ancaman Diam-diam dari Meja Makan, Virus Nipah Bisa Menyebar Lewat Buah dan Minuman Sehari-hari

AKURAT BANTEN - Ancaman penyakit menular kembali menghantui dunia kesehatan.
Virus Nipah, yang selama ini dikenal sebagai virus berbahaya yang menular dari hewan ke manusia, kini menjadi sorotan karena potensi penyebarannya yang lebih luas dari yang selama ini dipahami.
Tak hanya melalui kontak langsung dengan hewan, virus mematikan ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki tingkat kematian tinggi dan berpotensi menyebabkan wabah serius.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah, Kemenkes Imbau Warga Jangan Minum Air Aren Langsung dari Pohonnya!
Selama ini, penularannya sering dikaitkan dengan kontak langsung manusia dengan hewan pembawa virus, terutama kelelawar buah dan hewan ternak.
Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa rantai penularan bisa terjadi secara tidak langsung, melalui bahan pangan yang telah terkontaminasi.
Buah-buahan yang dikonsumsi tanpa dicuci bersih atau minuman tradisional yang berasal dari hasil alam terbuka dapat menjadi perantara masuknya virus ke tubuh manusia.
Kontaminasi dapat terjadi ketika hewan pembawa virus meninggalkan air liur, urine, atau sisa gigitan pada permukaan makanan.
Baca Juga: Waspada Super Flu, Virus Baru Disebut Berpotensi Jadi Pandemi Selanjutnya, Ini Penentu Menurut Ahli
Tanpa disadari, virus tersebut kemudian masuk ke tubuh manusia saat dikonsumsi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama di daerah yang memiliki interaksi tinggi antara manusia, alam, dan hewan liar.
Pola konsumsi masyarakat yang masih sering mengandalkan makanan segar tanpa proses pemanasan atau pencucian maksimal meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan.
Gejala awal infeksi virus Nipah kerap tidak spesifik, mulai dari demam, sakit kepala, kelelahan, hingga gangguan pernapasan.
Baca Juga: Tips Mudah Cara Mengatasi Virus di HP Android yang Wajib Kamu Coba, Cukup Perhatikan Hal Ini
Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan saraf serius seperti radang otak, yang berpotensi menyebabkan koma bahkan kematian.
Hingga kini, belum tersedia pengobatan khusus maupun vaksin yang benar-benar efektif untuk menangani infeksi ini.
Kondisi tersebut membuat pencegahan menjadi langkah paling krusial.
Kesadaran masyarakat akan kebersihan makanan dan minuman menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan.
Mencuci buah dengan air mengalir, menghindari konsumsi makanan yang tampak rusak atau tergigit hewan, serta memastikan minuman diolah dengan higienis menjadi langkah sederhana namun sangat penting.
Selain itu, virus Nipah juga diketahui dapat menyebar antar manusia melalui kontak erat, terutama dalam lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.
Hal ini menambah tingkat kewaspadaan karena penyebarannya tidak selalu mudah dideteksi sejak awal.
Meningkatnya kewaspadaan terhadap virus Nipah bukan berarti masyarakat harus panik, tetapi lebih kepada membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMPN 8 Tangsel Kena Virus Usai Mengikuti Ujian
Edukasi publik mengenai risiko penularan lewat makanan perlu diperkuat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah bahan pangan.
Ancaman virus Nipah menjadi pengingat bahwa penyakit tidak selalu datang secara kasat mata.
Bahaya bisa berawal dari hal-hal yang tampak sepele, termasuk dari apa yang tersaji di meja makan.
Dengan kewaspadaan dan kebiasaan hidup bersih, risiko penularan dapat ditekan, sekaligus melindungi kesehatan diri dan keluarga.
Baca Juga: Bandara Soetta Tangerang Antisipasi Masuknya Virus Nipah
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







