Banten

WHO Peringatkan Hati-Hati Konsumsi Air Mineral Dengan Kadar TDS dan pH Tertentu

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 22 Januari 2024, 12:58 WIB
WHO Peringatkan Hati-Hati Konsumsi Air Mineral Dengan Kadar TDS dan pH Tertentu

AKURAT BANTEN - Menurut WHO produk air mineral yang masuk dalam kriteria air mineral layak minum sesuai dengan kriteria Kesehatan Internasional adalah air mineral ini bisa dikonsumsi secara terus-menerus.

Air mineral yang layak biasanya telah melalui proses pengemasan dan filtrasi dengan teknologi dan pengawasan mutu yang ketat.

Karena pada setiap pabrik, menerapkan standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan sertifikat SNI oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Seperti dalam keterangan tertulis pada Minggu (21/1/2024), WHO mengatakan beberapa faktor air mineral yang dikatakan aman dan baik bagi kesehatan di antaranya dilihat dari kandungan Total Dissolve Solid (TDS), sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), dan kandungan pH pada air mineral.

Berikut adalah standar kandungan TDS dalam air mineral yang ditetapkan WHO:
Air mineral dengan TDS 0 tidak baik untuk dikonsumsi secara rutin.

Hal ini karena air tersebut dapat memicu gangguan pada tubuh, seperti sembelit, gangguan fungsi saraf, dan sesak napas.

TDS kurang dari 300 mg/liter
Air mineral dengan TDS kurang dari 300 mg/l dikategorikan sebagai air yang baik sekali. Air dengan TDS rendah ini bisa dikonsumsi secara terus-menerus.

TDS 300−600 mg/liter
Air mineral yang berkategori baik memiliki kandungan TDS sebesar 300−600 mg/l. Air jenis ini masih aman untuk dikonsumsi.

TDS 600−900 mg/liter
Air dengan TDS 600−900 mg/l masih bisa diminum karena masih aman dan rasanya tetap enak.

TDS 900−1.200 mg/liter
Air dengan TDS antara 900 hingga 1.200 mg/l tidak layak dikonsumsi karena rasanya kurang enak.

TDS lebih dari 1.200 mg/liter
Air dengan TDS lebih dari 1.200 mg/l memiliki rasa yang tidak enak. Selain itu, air ini berbahaya untuk dikonsumsi.

Sementara, menurut WHO, kandungan mineral dalam air tidak akan berdampak buruk terhadap kesehatan asalkan air masih dikategorikan tawar. Adapun kriteria air mineral dari sisi tingkat keasamannya (pH) adalah:

pH 0 sampai 6,9
Air dengan pH 0 sampai 6,9 termasuk ber-pH rendah. Air ini mengandung asam sehingga tidak baik untuk dikonsumsi.

pH 7,0
Kandungan pH air minum yang umum dikonsumsi adalah sebesar 7,0. Air yang memiliki pH sebesar 7,0 termasuk air netral.

pH di atas 7,1
Air ber-pH di atas 7,1 mengandung basa. Air yang termasuk ber-pH tinggi ini baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, tidak untuk penggunaan sehari-hari sepanjang waktu. Sebab, pH yang terlalu tinggi bisa menimbulkan risiko gangguan pencernaan dan gangguan pH dalam darah. Apabila dikonsumsi sesekali atau bergantian dengan air mineral ber-pH netral, kemungkinan risiko tersebut bisa dihindari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.