2 kali Terjadi Insiden Membahayakan Anies Baswedan Karena Diserang Pria Misterius

AKURAT BANTEN - Sudah dua kali calon presiden nomor urut 1 itu diserang pria misterius yang selalu mengenakan topi putih. Kali ini pria bertopi putih itu merangsek mendekati Anies yang berjalan di tengah pendukung yang berdesak-desakan.
Insiden kampanye di Tasikmalaya
Kejadian itu terjadi pada Kamis (4/1/2024). Saat Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan kampanye di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Diduga pria tersebut hendak menggigit telinga mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pria misterius itu terlihat memeluk dan mengarahkan mulutnya ke telinga kiri Anies.
Para pengawal bertindak cepat. Mereka mendorong kepala pelaku sehingga tidak sampai melukai Anies. Anies juga tampak menyadari bahaya itu sehingga menghindar dengan cara merunduk.
Pengawal dan pendukung Anies langsung mengamankan pria misterius tersebut. Insiden itu terjadi saat Anies Baswedan berkampanye di Ponpes Cipasung Tasikmalaya.
"Ada yang menduga pria tersebut seorang penyusup yang ingin melukai Anies."
Mengenai video yang viral di media sosial saat ini, Anies Baswedan maupun Timnas Amin belum memberikan respons terhadap kejadian tersebut.
- Baca Juga: Telinga Anies Baswedan Diduga Hendak Digigit Pria Misterius Saat Kampanye di Tasikmalaya
- Baca Juga: Korban Laka Laut Tanjung Panto Belum Ditemukan, Basarnas Lakukan Penyisiran
- Baca Juga: Jurnalis Pandeglang Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa Soal Narasumber di Polisikan
Insiden Desak Anies di Pontianak
Sebelumnya, seseorang berkaus Amin dan mengenakan topi putih juga sempat menampar Anies di tengah desak-desakan massa.
Video singkat yang memperlihatkan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dipukul pendukung saat safari di Pontianak, Kalimantan Barat.
Saat ini pelaku berhasil di tangkap, tampak dalam video Tiktok yang diunggah berkali-kali itu seperti terlihat pada akun @gue_oveex_jkt, Nampak beberapa pasukan pengawal Anies menasehati pelaku tersebut.
"Tindakan yang bapak lakukan tadi, Akan membahayakan keselamatan pak Anies, Saya sebagai pengawal wajar untuk menyampaikan ke bapak" tegas pengawal.
"Tadi liat, pak Anies hampir tersengkur, Dari sini buat pengalaman bapak ke depan jangan seperti itu lagi" lanjut pengawal.
Pelaku menangis dan merasa bersalah atas apa yang dilakukannya, Walaupun itu tidak sengaja karena gerakan refleks dan ingin dekat dengan posisi Anies dalam kerumunan.
Ia pun mengungkapkan atas kecintaannya dengan pak Anies dan ingin bertemu karena ingin bertanggungjawab atas perbuatannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










