Banten

‘Negara Bukan ATM Maling!’: Kejagung Gebrak Kemenhut, Sita Satu Kontainer Bukti Korupsi Triliunan

Saeful Anwar | 8 Januari 2026, 15:44 WIB
‘Negara Bukan ATM Maling!’: Kejagung Gebrak Kemenhut, Sita Satu Kontainer Bukti Korupsi Triliunan

AKURAT BANTEN – Genderang perang terhadap "kebocoran" kekayaan negara yang selama ini disuarakan Presiden Prabowo Subianto kian nyaring terdengar.

Dalam sebuah aksi dramatis yang mengguncang publik, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menggeledah kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan menyita satu kontainer penuh barang bukti.

Langkah tegas ini bukan sekadar seremoni hukum biasa, melainkan bagian dari misi besar Satgas
Penyelamatan Kekayaan Negara (PKH) untuk menghentikan "pendarahan" ekonomi Indonesia yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Baca Juga: Aksi Nyata! Konsorsium Indonesia Tembus Wilayah Terisolasi Palestina Demi Selamatkan Nyawa dari Musim Dingin

"Darah Negara Terus Diisap"

Dalam pidatonya yang menggetarkan, Presiden Prabowo mengibaratkan kekayaan negara sebagai darah dalam tubuh manusia.

"Kalau badan manusia tiap hari bocor, sekian cc di ujungnya badan itu kolaps, mati. Negara pun sama," tegasnya dengan nada bicara yang tajam.

Kebocoran ini, menurut Presiden, terjadi secara sistematis melalui:

• Laporan palsu dan manipulasi under invoicing.
• Penyogokan pejabat di berbagai lini eselon.
• Penyelundupan komoditas keluar dan masuk Indonesia

Baca Juga: Ayo! KAUM MUDA: Mau Skill Gratis Dan Dibayar? Ini Cara Daftar Pelatihan BLK Kota Tangerang Lewat HP!

Angka Fantastis: Dari 6 Triliun hingga Ratusan Triliun

Presiden mengungkapkan bahwa hasil kerja Satgas sejauh ini hanyalah "ujung dari gunung es".

Bayangkan, dari satu kasus saja terkumpul dana Rp6 triliun. Jika angka ini digunakan secara benar, pemerintah bisa merenovasi 6.000 sekolah atau membangun 100.000 rumah layak huni bagi pengungsi bencana alam.

Namun sayangnya, kekayaan tersebut justru dinikmati oleh segelintir korporasi nakal. Tercatat ada sekitar 20 perusahaan besar yang membandel dan enggan memenuhi kewajiban mereka kepada negara.

Baca Juga: WASPADA! Mantan Teknisi PLN Jadi Otak Pencurian Kabel di Jakarta: Bermodal Atribut Resmi, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah!

Perang Melawan "Kurawa" Modern

Prabowo tidak menampik bahwa perjuangan ini berat karena musuh yang dihadapi adalah "anasir-anasir" dan antek asing yang tidak ingin melihat Indonesia kuat.

Ia menyamakan perjuangan ini dengan kisah pewayangan antara Pandawa dan Kurawa—pertarungan abadi antara kebenaran melawan kejahatan.

"Mungkin Jaksa Agung tidak populer bagi segelintir maling-maling itu, tapi Anda didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo memberikan dukungan penuh kepada korps Adhyaksa.

Baca Juga: Move On dari Sule, Nathalie Holscher Gandeng Atlet Drifting Richard Revanov: Sinyal Ayah Baru untuk Adzam?

Komitmen 2026: Langkah Lebih Berani

Memasuki tahun 2026, Presiden menjanjikan langkah-langkah yang jauh lebih berani.

Ia menegaskan tidak akan goyah meski dihujat, difitnah, atau dilobi oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu.

"Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, daripada membiarkan masa depan bangsa dirusak," pungkasnya dengan penuh emosi (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman