Dulunya Rival Kini Anies Baswedan Ucap Ultah Prabowo hingga Berikan Doa Baik Ini Pada Sang Presiden

AKURAT BANTEN - Jumat, 17 Oktober 2025 menjadi momentum istimewa dalam dinamika politik Indonesia.
Di tengah berbagai gesekan dan kompetisi, muncul gestur yang mengejutkan sekaligus penuh makna: Anies Baswedan menyampaikan doa dan ucapan ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ucapan ini bukan sekadar salam biasa, melainkan sinyal bahwa hubungan antar tokoh politik bisa melampaui rivalitas masa lalu.
Melalui akun media sosial resminya, Anies menuliskan:
Baca Juga: Anies Baswedan Bongkar Kejanggalan Program Barak Militer untuk Anak Nakal
“Selamat ulang tahun dan panjang umur, Presiden Prabowo … Dalam setiap amanah besar, tersemat doa banyak orang: Semoga Allah berikan petunjuk, perlindungan, dan ketetapan hati dalam memilih yang benar di atas yang mudah, agar bangsa ini mampu melewati berbagai tantangan. Aamiin yra.”
Inti doa tersebut “petunjuk, perlindungan, dan ketetapan hati” menggambarkan harapan bahwa pengambilan keputusan di puncak kekuasaan hendaknya tidak semata-mata didasari kepentingan politik, melainkan juga arahan moral dan keberanian untuk tetap teguh di jalan benar.
Langkah Anies ini menarik perhatian publik karena secara eksplisit menunjukkan penghormatan meskipun keduanya pernah bersaing dalam Pilpres 2024.
Dalam politik Indonesia, ulang tahun seorang pemimpin biasanya dijadikan momentum untuk afirmasi dukungan atau penegasan hubungan.
Baca Juga: Doa dari Anies Baswedan Tentang Sekolah Rakyat untuk Prabowo Bikin Heboh, 'Mudah-mudahan'
Namun, ketika rival politik justru menyampaikan doa ikhlas, publik cenderung melihatnya sebagai strategi membangun citra kelembutan, rekonsiliasi, ataupun tajuk baru politik.
Bagi pengamat politik, ucapan Anies bisa dimaknai sebagai sinyal bahwa garis pemisah antara rivalitas dan kolaborasi semakin tipis.
Ia bisa menjadi upaya pendekatan simbolis yang menunjukkan bahwa meskipun pernah bertarung, relasi politik ke depan bisa lebih lunak dan pragmatis.
Prabowo Subianto, yang merayakan ulang tahun ke-74 pada 17 Oktober 2025, memiliki perjalanan panjang dalam politik Indonesia.
Baca Juga: Anies Menjenguk Tom Lembong, Warganet: Kalau Jokowi Temannya Dipenjara, Ditinggalin dah!
Lahir pada 17 Oktober 1951 di Jakarta, ia adalah anak dari ekonom Sumitro Djojohadikusumo dan Dora Sigar.
Kariernya yang lama di militer termasuk dalam Kopassus dan kemudian mencapai pangkat mayor jenderal menjadi fondasi bagi citranya sebagai tokoh otoritatif.
Sejak pensiun dari militer, Prabowo bergerak ke arena politik dengan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Ia kemudian berulang kali maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, menegaskan ambisinya dalam panggung nasional.
Baca Juga: Konsep Pendidikan Yang Salah? Anies Baswedan: Jangan Tempatkan Pendidikan Sebagai Persiapan Kerja
Apakah doa Anies itu cuma gestur simbolik atau bagian dari strategi politik yang lebih besar?
Di tengah dinamika partai dan koalisi, hubungan antar tokoh bisa berubah cepat.
Doa dan ucapan selamat semacam ini bisa menjadi pijakan awal dialog politik atau penjajakan kerja sama di masa mendatang terutama jika mereka menemukan kesamaan visi dan misi.
Bagi publik Banten khususnya, gerak politik elit pusat seperti ini penting diamati karena implikasinya dapat sampai ke level lokal: bagaimana partai dan tokoh lokal merespons, apakah akan ikut pola rekonsiliasi atau tetap mengambil posisi terpisah.
Baca Juga: Fenomena Coblos 3 Paslon di Pilkada Jakarta, Ungkapan Kekecewaan Pendukung Anies
Namun demikian, publik juga cermat memandang sikap politik. Jangan sampai gesture seperti doa menjadi bukti realitas kerja sama; harus ditunjang dengan aksi nyata dan konsistensi dalam pemerintahan.
Agar harapan yang tertulis dalam doa petunjuk, perlindungan, ketetapan hati benar-benar mengalir ke kebijakan untuk kesejahteraan rakyat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










