Menkeu Purbaya Akhirnya Setuju Bansos Beras 10 Kg Ditambah Minyak Goreng 2 Liter, Begini Hitungan Anggarannya

AKURAT BANTEN – Pemerintah pusat kembali mengumumkan kabar baik bagi masyarakat penerima Bantuan Sosial (Bansos).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi menyetujui permintaan tambahan bansos berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Keputusan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).
“Kalau ditambah 2 liter, saya pikir kami sanggup,” ujar Purbaya saat menanggapi usulan yang disampaikan langsung oleh Ketua Banggar DPR, Said Abdullah.
Langkah cepat Menkeu Purbaya mendapatkan apresiasi khusus dari Said Abdullah.
Dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (23/9), Said menyebut sikap pemerintah kali ini menunjukkan adanya komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Apresiasi kepada Menteri Keuangan yang langsung merespons, menyepakati stimulan Rp16,23 triliun untuk ditambah selain beras 10 kg juga akan menambah minyak goreng 2 liter,” ujar Said.
Menurutnya, tambahan bantuan ini akan sangat membantu masyarakat, khususnya di tengah gejolak harga kebutuhan pokok.
Harga beras yang terus merangkak naik ditambah harga minyak goreng yang fluktuatif memang kerap menjadi keluhan utama rumah tangga.
Dalam forum yang sama, Menkeu Purbaya menyisipkan sedikit guyonan. Ia menyebut awalnya sempat menantang Said Abdullah untuk meminta tambahan bansos minyak goreng hingga 5 liter.
“Terus Pak Said minta 2 (liter). Saya challenge, yaudah kenapa 2 liter, 5 liter aja sekalian. Yang gak berani Pak Said rupanya,” canda Purbaya disambut tawa peserta rapat.
Said kemudian menjelaskan alasan kenapa pihaknya tidak berani langsung mengajukan 5 liter.
Menurut perhitungan, harga minyak goreng Minyakita saat ini berada di kisaran Rp14.000–Rp16.000 per liter.
Sementara itu, harga beras per kilogram berada di sekitar Rp18.500, sudah termasuk biaya distribusi.
Jika pemerintah mengabulkan bantuan 5 liter minyak goreng, maka anggaran yang dibutuhkan akan jauh lebih besar dibanding bantuan beras 10 kg.
Tambahan bansos ini diklaim berasal dari stimulus anggaran Rp16,23 triliun.
Baca Juga: Gugatan Tutut Soeharto ke Menkeu Mendadak Dicabut, Purbaya Ungkap Pesan Pribadi
Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan harga pangan global.
Pemerintah menegaskan bantuan akan tetap disalurkan secara terukur agar tidak membebani fiskal.
Purbaya juga menekankan bahwa fokus utama bansos tetap pada dua komoditas paling penting dalam kebutuhan harian rumah tangga: beras dan minyak goreng.
Kedua bahan ini dianggap paling strategis karena mendominasi pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Dengan tambahan ini, masyarakat diharapkan bisa lebih tenang menghadapi kenaikan harga di pasar.
Program bansos beras 10 kg dan 2 liter minyak goreng diproyeksikan menjangkau jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk di Banten.
Sejumlah warga menyambut baik kabar ini.
Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, tambahan minyak goreng 2 liter dianggap sangat membantu kebutuhan dapur.
Apalagi minyak goreng sering kali menjadi barang yang harganya cepat naik di pasaran.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong ketahanan pangan.
Meskipun sempat diwarnai guyonan antara Menkeu dan Ketua Banggar DPR, keputusan tersebut tetap mencerminkan keseriusan negara hadir di tengah kebutuhan rakyat.
Tambahan bansos berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng diharapkan bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga langkah strategis dalam menstabilkan harga bahan pokok.
Baca Juga: Yudo Sadewa Sebut Sri Mulyani Agen CIA, Ternyata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Bukan Orang Sembarangan?
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










