Larangan dan Pantangan di Malam 1 Suro, Mitos atau Warisan Leluhur?

Akurat Banten - Setiap datangnya malam 1 Suro, suasana terasa berbeda. Ada hawa sunyi yang menyelimuti, rasa khidmat yang sulit dijelaskan, bahkan sebagian orang merasa seperti waktu melambat.
Di berbagai daerah di Jawa, malam ini bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Jawa, melainkan malam yang dianggap sakral dan penuh makna.
Tak heran jika masyarakat Jawa masih memegang teguh berbagai larangan dan pantangan yang diwariskan turun-temurun.
Namun, muncul pertanyaan, apakah semua larangan itu sekadar mitos belaka? Atau justru merupakan warisan leluhur yang sarat makna dan filosofi?
Di tengah arus modernisasi, tidak sedikit masyarakat Jawa, terutama yang tinggal di pedesaan, yang masih meyakini adanya pantangan-pantangan tertentu saat malam 1 Suro.
Beberapa di antaranya bahkan dianggap wajib ditaati agar terhindar dari kesialan atau malapetaka.
Baca Juga: Tragedi di Galangan Kapal Batam: Kapal Tanker Meledak, Empat Tewas dan Lima Luka-luka
Berikut beberapa pantangan yang sering disebut-sebut:
Dilarang Menggelar Hajatan
Menikah atau mengadakan pesta besar di malam 1 Suro dianggap pamali.
Banyak orang percaya bahwa menggelar hajatan di hari itu bisa mendatangkan musibah, keretakan rumah tangga, atau bahkan kematian.
Tradisi ini membuat bulan Suro dikenal sebagai “bulan sepi manten”.
Baca Juga: Skandal Kampus Terungkap: Dua Dosen di Makassar Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Dilarang Keluar Rumah Sembarangan
Malam 1 Suro sering disebut sebagai malam beredarnya makhluk halus atau energi-energi tak kasat mata.
Karena itu, sebagian orang memilih untuk tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan ibadah atau ritual tertentu.
Tidak Melakukan Aktivitas Hiburan
Menonton hiburan, menyalakan musik keras, atau menggelar tontonan dianggap tak pantas di malam yang dianggap sakral ini.
Suasana yang diciptakan justru lebih ke arah merenung dan menyendiri.
Dilarang Mandi Malam di Tempat Umum atau Sungai
Pantangan ini dipercaya untuk menghindari gangguan makhluk halus atau energi negatif.
Dalam kepercayaan Jawa, air adalah elemen yang bisa menjadi penghubung antara dunia nyata dan dunia tak kasat mata.
Tidak Boleh Mengungkapkan Keinginan Secara Sembarangan
Malam 1 Suro dianggap sebagai malam dengan spiritualitas tinggi.
Baca Juga: Polisi Bongkar Markas Judi Online Bermodus Higgs Domino di Pekanbaru, Omzet Tembus Rp3,6 Miliar
Ada keyakinan bahwa ucapan seseorang di malam ini bisa menjadi doa yang cepat terwujud, baik yang positif maupun negatif.
Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga ucapan dan niat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'






