Tabungan Berjangka, Cara Menabung Pintar dengan Keuntungan Maksimal

Akurat Banten - Di tengah tren investasi yang makin beragam, tabungan berjangka kembali dilirik masyarakat sebagai pilihan aman untuk mengelola keuangan.
Produk perbankan ini menawarkan bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa, dengan sistem penyimpanan dana yang hanya bisa dicairkan sesuai jangka waktu yang disepakati.
Bagi banyak orang, tabungan berjangka dianggap sebagai cara disiplin menabung tanpa harus tergoda menarik uang sewaktu-waktu.
Bank biasanya menawarkan tenor mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan, bahkan ada yang lebih panjang.
Semakin lama jangka waktunya, biasanya semakin besar bunga yang bisa diperoleh.
Menariknya, hampir semua bank besar di Indonesia kini menawarkan tabungan berjangka dengan skema setoran bulanan otomatis dari rekening utama.
Jadi, nasabah tidak perlu repot melakukan transfer manual setiap bulan.
Baca Juga: Pemuda 21 Tahun Dibekuk di Pulogebang, Polisi Sita 7 Kilogram Ganja Siap Edar
Sistem ini cocok bagi mereka yang ingin memastikan tabungan berjalan konsisten.
Selain bunga yang lebih menarik, keuntungan lain dari tabungan berjangka adalah bebas biaya administrasi bulanan.
Hal ini tentu berbeda dengan tabungan biasa yang biasanya dikenakan potongan biaya setiap bulan.
Bahkan, beberapa bank memberikan tambahan perlindungan asuransi jiwa gratis sebagai nilai tambah.
Namun, ada hal penting yang perlu diingat: tabungan berjangka umumnya tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo.
Jika nasabah ingin mencairkan lebih awal, bank biasanya mengenakan penalti atau bunga tidak dibayarkan penuh.
Karena itu, produk ini lebih cocok bagi orang yang memiliki tujuan keuangan jelas, misalnya dana pendidikan anak, biaya pernikahan, atau liburan besar.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan tabungan berjangka di Indonesia cukup stabil dalam lima tahun terakhir.
Meski popularitas instrumen investasi seperti reksa dana dan saham meningkat, tabungan berjangka tetap diminati karena sifatnya yang aman dan mudah dipahami.
Tips memilih tabungan berjangka juga tidak kalah penting.
Pertama, perhatikan tingkat bunga yang ditawarkan.
Meski selisihnya terlihat kecil, perbedaan 0,5% bisa berpengaruh signifikan jika tabungan berlangsung dalam jangka panjang.
Kedua, pilih tenor sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Aksi Pencurian di PIK Pakai Pistol Mainan, Dua Pemuda Dibekuk Polisi dalam Hitungan Jam
Jangan sampai memilih jangka waktu terlalu panjang jika keuangan pribadi belum stabil.
Mulailah dari tenor 6 atau 12 bulan untuk mengukur kemampuan finansial.
Ketiga, pastikan bank memiliki fasilitas autodebet agar tabungan berjalan otomatis tanpa risiko lupa setor.
Fakta menarik, beberapa bank kini menawarkan tabungan berjangka dengan bunga hingga 5-6% per tahun, mendekati imbal hasil deposito.
Bedanya, setoran tabungan berjangka biasanya lebih fleksibel karena bisa dimulai dari nominal kecil, bahkan Rp100 ribu per bulan.
Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya literasi keuangan masyarakat.
Menurut survei OJK tahun 2022, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, naik signifikan dibandingkan 2019.
Artinya, semakin banyak orang mulai memahami pentingnya pengelolaan uang, termasuk menabung dengan cara yang lebih terencana.
Di era serba digital, banyak bank sudah menyediakan layanan pembukaan tabungan berjangka langsung lewat aplikasi mobile banking.
Nasabah tidak perlu lagi datang ke cabang, cukup pilih tenor, nominal setoran, dan jadwal autodebet.
Praktis dan efisien.
Meski begitu, tetap ada sisi kelemahan.
Karena dana terkunci hingga jatuh tempo, tabungan berjangka kurang cocok dijadikan dana darurat.
Oleh karena itu, sebaiknya tabungan jenis ini hanya digunakan untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang, sementara dana darurat tetap disimpan di tabungan biasa yang mudah dicairkan.
Baca Juga: Investasi Leher Ke Atas, Apakah Cocok untuk Pemula?
Tabungan berjangka bisa menjadi pilihan pintar bagi mereka yang ingin menabung lebih disiplin sekaligus mendapatkan bunga lebih tinggi dibanding tabungan reguler.
Dengan strategi yang tepat, produk ini dapat membantu mencapai tujuan keuangan secara lebih terarah tanpa harus khawatir dengan risiko besar seperti pada instrumen investasi lain.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?







