Banten

Timbu, Jajan Khas Kabupaten Dompu, Rasanya Legit Mengundang Selera Keluarga

Saeful Anwar | 11 Januari 2025, 15:36 WIB
Timbu, Jajan Khas Kabupaten Dompu, Rasanya Legit Mengundang Selera Keluarga

 

AKURAT BANTEN-Timbu, merupakan salah satu jajanan khas tradisional bagi masyarakat Kabupaten Dompu. Jajanan yang hampir serupa dengan daerah lain misalnya Padang disebut dengan "Lemang". 

Jajanan ini terbuat dari bahan dasar beras ketan putih, campuran santan kelapa dan garam secukupnya agar terasa lebih gurih.

Timbu sudah menjadi jajanan tradisional Dompu sejak tahun 60-an, orang-orang jaman dulu menyediakan timbu sebagai penganan yang wajib ada terutama ketika merayakan musim panen, acara selamatan/hari besar, sejak saat itu Timbu sudah menjadi jajanan yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Dompu.

 

Baca Juga: Fakta Perbedaan Konten TikTok China Dengan Negara di Dunia, Seperti Apa? Marissa Anita Beberkan Fakta Algoritma

Ina Siti, merupakan orang pertama yang menemukan cara pengolahan Timbu ini, dulu beliau bertempat tinggal di kebun di mana peralatan masak sangat terbatas dari keterbatasan itu beliau mencoba membuat makanan dari bahan seadanya, beliau meracik batangan bambu yang sudah dipotong sepanjang 5-40 cm, diameter sekitar 5-7 cm. 

Bambu tersebut dibersihkan terlebih dahulu dan daun pisang digunakan sebagai pembungkus beras dalam bambu. 

Beras Ketan putih tadi direndam, dibersihkan. Beras tadi dimasukkan ke dalam bambu, setelah itu masukan santan kelapa didalam bambu dan garam secukupnya. 

Timbu siap dibakar diatas bara api sampai matang.

 

Baca Juga: Ribuan Warga Cilegon Lakukan Aksi Damai, Tuntut Pemkot Bayar Tunggakan Honorer

Sekarang Timbu sudah disajikan sumber mata pencaharian bagi masyarakat Dompu para pembuatnya kebanyakan tinggal di Kelurahan Bada Kabupaten Dompu.(**)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman