6 Objek Wisata Super Prioritas di Lebak, Ada yang Sudah Terkenal hingga Korea

AKURAT BANTEN – Kabupaten Lebak memiliki seabrek potensi objek wisata yang layak dikunjungi wisatawan. Saat ini, objek wisata yang ada di daerah itu tercatat sekitar 242.
Banyak pilihan tentunya bagi kalian yang mau berwisata ke Lebak. Dari sekian banyak objek wisata, tercatat ada 6 (enam) objek wisata super prioritas fantastis di daerah itu.
Dikutip dari laman Kemenparekraf, destinasi Super Prioritas merupakan bagian dari program “10 Bali Baru” yang dicanangkan Pemerintah. Nantinya, destinasi-destinasi tersebut tak hanya dapat menjadi daya tarik wisatawan saja, namun juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.
Baca juga: Komplotan Perampok Minimarket di Tangerang Menggasak Uang Rp 10 Juta juga Sepeda Motor
Mana saja objek wisata Super Prioritas Fantastis di Kabupaten Lebak, berikut data yang berhasil Chanel Banten himpun dari Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) setempat.
1. Wisata Saba Baduy
Suku Baduy (Bahasa Sunda Badui: Urang Kanekes) merupakan masyarakat adat dan sub-etnis dari suku Sunda di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak.
Mereka merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menutup diri dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam.
Masyarakat Badui menolak istilah “wisata” atau “pariwisata” untuk mendeskripsikan kampung-kampung mereka.
Sejak 2007, untuk mendeskripsikan wilayah mereka serta untuk menjaga kesakralan wilayah tersebut, masyarakat Baduy memperkenalkan istilah “Saba Budaya Baduy”, yang bermakna “Silaturahmi Kebudayaan Baduy”.
2. Wisata Adat Kasepuhan
Wisata adat kasepuhan di Kabupaten Lebak, diantaranya adalah kasepuhan Citorek dan Cisungsang. Masyarakat adat ini lebih terbuka, dibandingkan masyarakat adat suku Baduy.
Baca juga: KOPI LESEHAN 006: SANDAL JEPIT Zaman Mesir Kuno 4000 SM
Masyarakat adat ini masih memegang erat tradisi nenek moyang semenjak kampung dibentuk dahulu kala. Mayoritas nasyarakatnya bekerja sebagai petani. Meski berada di daerah pelosok Kabupaten Lebak.
Akses jalan ke daerah itu sangat baik sehingga memudahkan pelancong datang ke desa adar tersebut. Dari Kota Rangkasbitung bisa ditempuh dengan jarak sekitar 180 kilometer.
Hal yang menarik dari kasepuhan adat ini, yaitu karakteristik yang hampir sama dengan masyarakat Baduy yang masih mempertahankan tradisi.
Penghargaan masyarakat terhadap sesepuh atau pemimpin adat sangat tinggi. Selain itu, masyarakat adat sangat taat terhadap aturan adat meski peraturan tidak tertulis.
3. Pantai Sawarna
Wisata Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah. Pantai Sawarna selain menawarkan pemamdangam pantainya yang indah juga menawarkan sejumlah keunikan dan keajaiban alam, seperti sungai deras, hutan subur, bukit berbatu, gua dan banyak lagi.
Bagi penikmat selncar, Pantai Sawarna juga bisa menjadi pilihan. Karena ombak di pantai tersebut cukup menantang. Terbukti, gelombang larasnya telah berhasil peselancar dari seluruh dunia, seperti Amerika, Australia, Jepang hingga Korea.
4. Pantai Bagedur
Pantai Bagedur memiliki panjang hamparan pasir putih sekitar 1 Kilometer dengan lebar 50 meter. Wisata ini berada di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping.
Baca juga: Usai Isi Bensin, Mobil Honda Tua Terbakar di Pinang Tangerang. Dua Korban Dibawa Ambulance
Pantai Bagedur memiliki karakteristik pasir yang pasar. Hal itu memungkinkan kendaraan seperti motor dan mobil bisa melaju di pesisir pantai.
5. Kebun Teh Cikuya
Wisata Kebun Teh Cikuya berada di Kampung Cikuya, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber. Tempat ini cukup indah karena pengunjung disuguhi pemandangan hamparan kebun teh yang luas. Akses jalan menuju wisata ini juga sudah cukup baik.
Selain itu terdadapat juga cafe di sekitar lokasi wisata, sehingga pengunjung bisa duduk santai menikmati pemandangan kebun teh dengan udara yang amat sejuk.
6. Museum Multatuli Rangkasbitung
Museum Multatuli terletak di Jl. Alun-alun Timur Kota Rangkasbitung. Museum ini menempati bekas Wedana Rangkasbitung yang telah digunakan sejak tahun 1923.
Museum Multatuli memiliki tujuh ruangan yang memamerkan koleksi sejarah yang berhubungan dengan antikolonialisme, Multatuli dan novel buatannya, sejarah Lebak, Banten, dan Rangkasbitung.
Museum ini diresmikan pada tahun 2018 dan hingga saat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Berikut daftar objek wisata Skala Prioritas Fantastis yang ada di Kabupaten Lebak. Yuk, liburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









