Banten

Opor Ayam, Hidangan Wajib yang Selalu Hadir Saat Lebaran

Moehamad Dheny Permana | 20 Maret 2025, 07:49 WIB
Opor Ayam, Hidangan Wajib yang Selalu Hadir Saat Lebaran

Akurat Banten - Lebaran di Indonesia tak lengkap tanpa kehadiran opor ayam di meja makan.

Hidangan khas bersantan ini selalu menjadi primadona saat Hari Raya Idulfitri, disajikan bersama ketupat, sambal goreng ati, dan aneka lauk lainnya.

Tak hanya lezat, opor ayam juga sarat akan makna tradisi dan kebersamaan.

Baca Juga: Kabar Gembira! THR Ojol 2025 Cair, Pantau Notifikasi dan Ini Jadwal serta Besarannya

Opor ayam bukan sekadar hidangan biasa, melainkan simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga.

Berasal dari budaya Jawa, opor ayam menjadi menu utama saat perayaan Lebaran sejak ratusan tahun lalu.

Kuah santan yang kental dan bumbu rempah yang meresap menciptakan cita rasa khas yang selalu dirindukan setiap tahunnya.

Baca Juga: Rumah Anak Anggota DPRD Kota Tangerang dan Satpol PP Ikut Kebanjiran, Diduga Akibat Developer

 Menurut sejarawan kuliner, tradisi memasak opor ayam untuk Lebaran berawal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang menyajikan makanan berbumbu kaya sebagai bentuk rasa syukur.

Hidangan ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan mengalami sedikit variasi dalam bumbu dan cara penyajiannya.

Setiap keluarga biasanya memiliki resep khas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Kantor Pengacara Visi Law Office Digeledah KPK, Ada Apa?

Meski begitu, secara umum, opor ayam dibuat dari ayam yang dimasak dengan santan serta bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, kunyit, jahe, dan lengkuas.

Proses memasaknya pun memerlukan kesabaran agar bumbu benar-benar meresap dan menghasilkan rasa yang gurih.

Meskipun identik dengan kuliner khas Jawa, opor ayam memiliki variasi rasa di berbagai daerah.

Baca Juga: Kemendag Tinjau Kenaikan Harga Minyakita, Apakah HET Akan Terus Stabil?

Di Sumatra, misalnya, opor ayam cenderung lebih berbumbu dan memiliki rasa yang lebih kuat.

Sementara di Jawa, opor ayam lebih dominan dengan rasa gurih dan sedikit manis. Ada juga varian yang menambahkan telur rebus atau tahu sebagai pelengkap.

Di tengah perkembangan zaman, banyak inovasi dalam penyajian opor ayam.

Baca Juga: Nunung di Titik Nadir: Dari Rumah Mewah ke Kos Sempit, Tolak Rumah Mewah Sule, Pilih Kos Sederhana, Ada Apa ?

Kini, tak sedikit yang mencoba versi lebih sehat dengan menggunakan santan rendah lemak atau mengganti ayam dengan bahan lain seperti tahu dan tempe.

 Seiring dengan meningkatnya permintaan, opor ayam kini tidak hanya dimasak di rumah, tetapi juga dijual dalam bentuk siap saji oleh berbagai usaha kuliner.

Restoran hingga katering menawarkan opor ayam sebagai bagian dari paket Lebaran, memudahkan mereka yang ingin menikmati hidangan ini tanpa perlu repot memasak.

Baca Juga: Tim PH Heru Hanindyo Hadirkan Saksi Meringankan dan Ahli Pidana dalam Sidang Lanjutan Dugaan Tipikor

 Opor ayam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran di Indonesia.

Lebih dari sekadar makanan, hidangan ini melambangkan kehangatan, kebersamaan, dan kekayaan budaya kuliner Nusantara.

Tak heran, setiap tahun opor ayam selalu dinanti dan tetap bertahan sebagai sajian wajib di Hari Raya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.