Banten

Fakta Menarik Pulau Pasir, Daratan yang Letaknya Dekat dari Indonesia tapi Milik Australia

Saiful Anwar | 13 Mei 2024, 20:42 WIB
Fakta Menarik Pulau Pasir, Daratan yang Letaknya Dekat dari Indonesia tapi Milik Australia

AKURAT BANTEN - Pulau Pasir atau lebih dikenal dengan Ashmore Reef oleh masyarakat Australia, sempat menjadi perbincangan terkait status kepemilikannya yang diperebutkan oleh Indonesia dan Australia.

Lokasi Pulau Pasir ini terletak dekat dengan Indonesia, namun pulau ini milik Australia. Hal ini pun sudah ditegaskan oleh seorang ahli hukum internasional yang mengatakan bahwa pulau ini tidak pernah masuk dalam wilayah NKRI.

Pulau Pasir terdiri dari beberapa pulau kecil di sampingnya, seperti Pulau Barat, Tengah dan Timur Ashmore Reef. Australia sendiri menyebut pulau ini sebagai Kepulauan Ashmore dan Cartier yang tidak berpenghuni. Pulau-pulau kecil itu tersusun secara alami dari karang dan pasir dengan sedikit pohon hijau

Penasaran dengan faktar menarik dari Pulau Pasir ini? Simak ulasan singkatnya.

Baca Juga: Destinasi Wisata di Lebak Terus Menggeliat, Pantai dan Wahana Air Masih Jadi Favorit Wisatawan

Fakta Menarik Pulau Pasir

Jaraknya yang dekat dengan Indonesia

Pulau Pasir yang dimiliki oleh Australia memiliki jarak yang dekat dengan Indonesia dibandingkan dengan Australia.

Jaraknya hanya sekitar 170 km dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan berjarak 320 km dari lepas pantau barat laut Australia.

Luas pulau ini hanya sekitar 167 km persegi dengan berbentul karang dan laguna, serta seluas 114,4 meters persegi berbentuk dataran kering.

Memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah

Fakta menarik pulau pasir selanjutnya adalah memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Pulau ini memiliki 14 jenis ular laut, 433 jenis moluska, 70 jenis ikan yang teridentifikasi di daerah tersebut, serta 255 jenis terumbu karang.

Di pulau ini juga menjadi area bertelur para penyu dan populasi burung yang berimigrasi. Beberapa jenis burung laut tersebut diantaranya burung laut jambul, burung tropis ekor putih, dan burung frigate. Binatang seperti dugong, berbagai cetacion, dan hiu paus kerap terlihat di sekitar pulau ini.

Memiliki cadangan minyak gas melimpah

Pulau Pasir dikenal memiliki cadangan minyak dan gas alam yang melimpah, bahkan mencapai lima juta barel. Eksplorasi minyak dan gas juga telah dilakukan di wilayah tersebut. Karena itu, pada bulan September 2022, Yayasan Peduli Timur Barat (YPTB) bersama Australian Jubilee Research Centre menyerukan agar Australia menghentikan kegiatan pengeboran minyak dan gas di perairan Pulau Pasir.

Salah satu alasan di balik seruan ini adalah kekhawatiran akan terulangnya peristiwa pada tahun 2009, di mana kilang minyak Montara meledak dan menyebabkan kerusakan pada ratusan hektar rumput laut yang merupakan sumber mata pencaharian para nelayan.

Baca Juga: Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Study Tour, Larang Wisata ke Luar Provinsi Pasca Laka Maut Subang

Tempat perjanjian konservasi lahan basah internasional

Fakta menarik pulau pasir selanjutnya adalah terdapat tempat perjanjian konservasi lahan basah internasional atau Situs Ramsar. Nama tersebut terinspirasi dari tempat dimana perjanjian tersebut diselenggarakan, yakni di Iran pada Februari 1971 silam.

Situs Ramsar sendiri terletak di dalam Ashmore Reef Marine Park. Taman Laut Australia lainnya dengan situs Ramsar di sekitarnya adalah Taman Laut Pantai Eighty Mile dan Taman Laut Teluk Roebuck.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.