Tahun 2025, Sebanyak 235 Ribu Siswa di Tangsel Dapat Makan Bergizi Gratis

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebut, sebanyak 253 ribu siswa dari jenjang TK, SD dan SMP di wilayahnya akan mendapatkan makan bergizi gratis (MBG) pada tahun 2025 mendatang.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan usai meninjau pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis di TK Negeri Pembina I, Kecamatan Serua pada Kamis (05/12/2024).
Baca Juga: Pemkot Tangsel Simulasikan MBG di TK, Siap Implementasi Tahun Depan
"Totalnya 235 ribu anak (yang akan mendapatkan makan bergizi gratis)," ungkap Pilar.
Pilar menjelaskan, implementasi program makan bergizi gratis di Kota Tangsel akan mulai berjalan pada tahun 2025 mendatang. Makan bergizi gratis itu bakal didistribusikan ke seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta.
Meski demikian, kata Pilar, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (jukni) dari pemerintah pusat mengenai implementasi program makan bergizi gratis tersebut.
Baca Juga: Tips! Konsumsi Jenis Jus Penghancur Lemak Untuk Tubuh Gemuk Menjadi Singset
Nantinya, kata Pilar, juklak dan juknis tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun anggaran untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut.
"Nanti ada ketetapannya, kami harus menunggu kepastian itu dulu untuk pemasangan anggaran untuk APBD 2025," kata Pilar.
Juklak dan juknis tidak hanya penting untuk perencanaan anggaran, tetapi juga menjadi panduan dalam pelaksanaan distribusi makanan bergizi gratis ke seluruh sekolah di Tangsel.
"Bicara cara distribusinya bagaimana, bagaimana ngedrop barang, ngambil lagi wadahnya, nah ini pasti ada penyesuaian secara teknis nanti oleh teman-teman di lapangan," tuturnya.
Selain itu, menurut Pilar, Pemerintah Kota Tangsel juga memperhatikan selera dan kebutuhan makan para siswa yang nantinya akan menerima makan bergizi gratis tersebut. Ketidaksesuaian menu antara menu dengan kebutuhan siswa menjadi potensi hambatan dalam implementasi program tersebut.
Baca Juga: Tips! Manfaat Konsumsi Madu Sebelum Tidur, Dapat Mencegah Depresi dan Meningkatkan Kualitas Tidur
Karenanya, Pilar meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencari solusi atas potensi buruk yang dapat menjadi kendala dalam realisasi progam MBG itu.
"Catatan yang saya sampaikan, tolong dipisahkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau seperti anak anak yang memiliki alergi, harus dicari alternatifnya," kata Pilar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!




