Banten

Bapanas Salurkan Berupa 21 Ribu Paket Telur dan Daging Ayam untuk Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Tangerang melalui POS Indonesia

Syahganda Nainggolan | 14 September 2024, 14:50 WIB
Bapanas Salurkan Berupa 21 Ribu Paket Telur dan Daging Ayam untuk Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Tangerang melalui POS Indonesia

AKURAT BANTEN - Sebanyak 21 ribu paket bantuan telur dan daging ayam siap dibagikan kepada puluhan ribu Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kabupaten Tangerang.

Penyaluran bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini dilakukan melalui PT POS Indonesia.

Baca Juga: EDITORIAL: Dibongkar Airin, Ada Pihak yang Tidak Ingin Dirinya Maju di Pilgub Banten, Beredar Kabar, di Tawari Kursi Menteri?

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, menjelaskan bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap sebanyak enam kali.

"Untuk saat ini ada 21.082 keluarga beresiko stunting (KRS). Setiap KRS mendapatkan 10 butir telur dan 1 ekor ayam dengan 6 kali penyaluran," ujarnya saat melakukan monitoring di Kantor POS Indonesia Cabang Tigaraksa, Rabu (11/09/2024).

Ia berharap penyaluran bantuan tersebut berjalan lancar dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima manfaat.

Baca Juga: Pandeglang Ketiban Rejeki Rp700 Juta per Bulan, Cuma Tampung Sampah dari Tangsel dan Serang

Sementara itu, VP Sekretaris Perusahaan ID FOOD Yosdian Adi Pramono, mengatakan, pihaknya melakukan kerja sama dengan Provinsi Banten.

Menurutnya, untuk tahap pertama di Provinsi Banten akan digelontorkan sebanyak 276 ribu paket bantuan telur dan daging ayam.

"Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 92 ribu KRS sebanyak enam kali (6 batch). Sampai dengan awal September 2024 ini penyaluran tahap 1 sudah dilakukan 100% yaitu sebanyak 92 ribu paket. Sedangkan, unt

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.