Humor Cerdas Das'ad Latif: Sentilan Menohok 'Broker' yang Bikin Jemaah dan Pejabat Terpingkal-pingkal

AKURAT BANTEN – Ceramah dai kondang asal Makassar, Ustaz Das’ad Latif, kembali menggebrak jagat maya.
Dalam sebuah potongan video yang viral, pencetus jargon "Gaspool" ini berhasil mengocok perut jemaah—termasuk para pejabat tinggi dan aparat penegak hukum yang hadir—lewat sebuah anekdot jenaka tentang pintu surga yang mendadak macet.
Namun, bukan Das’ad Latif namanya jika ceramah tersebut hanya berisi tawa kosong.
Di balik riuh tawa dan gemuruh tepuk tangan para hadirin, ada sebuah sentilan yang luar biasa mendalam, tajam, dan menohok langsung ke jantung realitas sosial di Indonesia.
Baca Juga: 'Hukum Mati Saya!' – Jeritan Politik Noel Ebenezer di Ruang Sidang, Gertakan atau Pasrah?
Sayembara Pintu Surga: Ketika Jepang dan Amerika Angkat Tangan
Ceramah yang disampaikan dengan gaya khas Bugis-Makassar yang blak-blakan ini, bermula dari kisah imajiner yang menggelitik: Pintu surga tiba-tiba rusak dan tidak bisa dibuka saat para calon penghuni hendak masuk.
Melihat kondisi darurat tersebut, malaikat akhirnya menggelar sayembara internasional untuk mencari siapa yang bisa memperbaiki kunci pintu surga.
Dari sinilah humor satir Ustaz Das'ad mulai dimainkan dengan membandingkan tiga karakter dari latar belakang negara berbeda:
Teknisi Jepang (Ajinomoto): Maju sebagai peserta pertama. Dengan analisis logis dan profesional, ia meminta ongkos sebesar 3 juta. "Dua juta untuk pergantian suku cadang yang rusak, satu juta untuk biaya kerja," tiru Ustaz Das'ad. sebuah gambaran nyata tentang etos kerja berbasis presisi.
Peneliti Amerika (George): Tak mau kalah, perwakilan barat ini memasang tarif lebih tinggi, yaitu 5 juta. Alasan yang dilemparkan cukup ilmiah: "Dua juta biaya riset penelitian—kita harus tahu apa penyebab kerusakan ini supaya tidak terulang lagi di masa depan."
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Hilang Lalu Ditemukan Meninggal, DPR Soroti Dugaan Kelalaian Petugas
Plot Twist: Munculnya Sang 'Broker' Ulung
Daya tarik utama dari ceramah ini memuncak ketika karakter ketiga—seorang pria yang mewakili mentalitas jalan pintas—maju menghadap malaikat.
Tanpa keahlian teknis maupun latar belakang riset, pria ini dengan percaya diri langsung menembak harga fantastis: 15 juta!
Mendengar angka yang selangit itu, malaikat tentu saja terkejut dan mempertanyakan rincian biayanya.
Di sinilah letak komedi cerdas yang membuat seluruh ruangan pecah oleh tawa.
Lima juta untuk kamu (malaikat) sebagai pelicin, lima juta untuk saya keuntungan bersih, dan lima juta sisanya kita kasih ke orang Jepang buat kerjakan proyeknya. Beres, kan? Kita masih ada untung gede! bisik si broker kepada malaikat.
Baca Juga: KBIHU Tak Patuh Bakal Ditindak! Dahnil Pastikan Puncak Haji 2026 Berjalan Aman
'Kau Kira Ini Negaramu?!' – Sebuah Kritik Sosial yang Menampar
Mendengar rincian anggaran yang tidak masuk akal tersebut, Ustaz Das'ad Latif menutup ceritanya dengan kalimat penutup yang langsung menghantam mentalitas koruptif:
Mendengar itu, malaikat langsung murka: 'Ini bahasa Indonesia... langsung ditendang masuk neraka! Kau kira ini negaramu yang bisa main titip proyek?!' Meskipun disampaikan dengan balutan komedi yang segar, anekdot ini sesungguhnya adalah cermin retak dari realitas birokrasi dan dunia proyek di tanah air. Ustaz Das'ad secara berani menyentil fenomena makelar (broker) yang kerap menjadi benalu:
Sistem Potong Komisi: Menggambarkan bagaimana anggaran sebuah fasilitas publik sering kali habis dipotong di tingkat makelar dan komisi gelap, sehingga modal riil untuk pengerjaan di lapangan justru dipangkas habis-habisan.
Ketiadaan Kompetensi: Menyindir oknum-oknum yang kaya raya bukan karena keahlian atau kerja keras, melainkan karena kemahiran mereka "mengatur" dan "melobi" anggaran di balik meja.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 6Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 7Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 8Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!



