Jangan Asal Pilih, 6 Jurusan Kuliah Ini Banyak yang Nganggur Setelah Lulus Sarjana, Ada Jurusan Kuliahmu?

AKURAT BANTEN – Memilih jurusan kuliah sering dianggap sebagai langkah awal menentukan masa depan.
Namun, memiliki gelar sarjana ternyata tidak otomatis membuat seseorang langsung mendapatkan pekerjaan.
Kondisi pasar kerja, keterampilan, pengalaman, hingga kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan perusahaan ikut menentukan cepat atau lambatnya lulusan memperoleh pekerjaan.
Kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan bahwa masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan pertama masih menjadi tantangan bagi banyak lulusan baru.
Baca Juga: Ternyata Roy Suryo Kuliah di Tempat Ini Sekarang Malah Ditangkap karena Kasus Ijazah Jokowi Palsu
Temuan tersebut menjadi pengingat bagi calon mahasiswa agar tidak hanya melihat popularitas sebuah jurusan.
Prospek pekerjaan dan kemampuan yang dibutuhkan industri juga penting dipertimbangkan sejak awal.
Salah satu persoalan yang muncul adalah ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dijalani. Kondisi ini dikenal sebagai mismatch.
Lulusan yang bekerja di bidang yang tidak berhubungan dengan pendidikan sebelumnya dapat menghadapi tantangan dalam memasuki pasar kerja.
Sebaliknya, keterampilan yang relevan dengan posisi yang dituju bisa membantu seseorang lebih mudah beradaptasi.
Hal ini bukan berarti jurusan tertentu pasti sulit mendapatkan pekerjaan.
Namun, calon mahasiswa perlu mengetahui kemungkinan jalur karier yang tersedia setelah menyelesaikan pendidikan.
Ijazah bukan satu-satunya modal ketika memasuki dunia profesional.
Baca Juga: Beasiswa Kemenag 2026 Buka Pendaftaran, Kuliah S2-S3 Cuma 4,5 Tahun
Pengalaman magang, proyek, organisasi, maupun kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan dapat menjadi nilai tambah.
Mahasiswa yang memiliki pengalaman praktis bisa lebih mudah menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja.
Karena itu, selama kuliah, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga mulai membangun pengalaman.
Dunia kerja terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan ekonomi.
Baca Juga: Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
Perusahaan kini membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan keterampilan pendukung.
Lulusan yang tidak memperbarui kemampuan berisiko menghadapi persaingan lebih ketat.
Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk mempelajari keterampilan tambahan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang diincar.
Kemampuan digital, komunikasi, analisis, bahasa asing, hingga penguasaan perangkat tertentu dapat menjadi bekal tambahan.
Baca Juga: Tak Tinggal Diam Jokowi Siap Buktikan Semua Ijazah SD hingga Kuliah di UGM ke Pengadilan
Faktor lain yang dapat memengaruhi lamanya pencarian pekerjaan adalah harapan terhadap besaran gaji.
Lulusan yang memiliki batas minimum penghasilan tertentu mungkin akan lebih selektif dalam menerima tawaran kerja.
Akibatnya, proses mencari pekerjaan dapat berlangsung lebih lama apabila posisi yang tersedia belum sesuai dengan ekspektasi.
Karena itu, lulusan baru perlu mempertimbangkan pengalaman dan peluang pengembangan karier ketika mengevaluasi tawaran pekerjaan pertama.
Baca Juga: Kabar Terbaru!! Kuliah Daring Setiap Jumat Pascasarjana Untirta Tahun 2026
Portofolio menjadi salah satu cara bagi lulusan untuk memperlihatkan kemampuan secara konkret.
Bagi sejumlah bidang pekerjaan, hasil proyek dapat menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan.
Mahasiswa dapat mulai membangun portofolio sejak masih berada di bangku kuliah.
Proyek akademik, kegiatan organisasi, pekerjaan lepas, hingga pengalaman magang dapat dikembangkan menjadi bukti kemampuan.
Dengan demikian, ketika lulus, mahasiswa tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki rekam pengalaman yang bisa ditunjukkan kepada perusahaan.
Kesalahan yang juga perlu dihindari adalah memilih jurusan tanpa memahami arah karier.
Keputusan kuliah sebaiknya mempertimbangkan minat sekaligus gambaran pekerjaan setelah lulus.
Calon mahasiswa dapat mencari tahu jenis profesi yang tersedia, kompetensi yang dibutuhkan, serta perkembangan industri terkait.
Baca Juga: Haru Biru! Devit, Anak Kuli Angkut Lolos ITB, Sekampung Patungan Wujudkan Mimpi Kuliah
Informasi tersebut dapat membantu menentukan pilihan pendidikan secara lebih realistis.
Selain faktor jurusan, lokasi juga berpengaruh terhadap kesempatan kerja. Pasar tenaga kerja di setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda.
Ketersediaan industri dan perusahaan di suatu daerah dapat menentukan banyaknya pilihan pekerjaan bagi lulusan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak bisa disederhanakan hanya berdasarkan nama jurusan.
Baca Juga: Fix! Kuliah Online untuk Mahasiswa Semester 5 Resmi 2026, Hybrid Jadi Sistem Utama
Tidak ada jurusan yang dapat menjamin seseorang langsung memperoleh pekerjaan setelah wisuda.
Sebaliknya, jurusan yang dianggap memiliki prospek bagus pun tetap membutuhkan dukungan berupa keterampilan, pengalaman, jaringan, dan kemampuan beradaptasi.
Bagi calon mahasiswa, temuan ini dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Minat pribadi tetap penting, tetapi sebaiknya dipadukan dengan informasi mengenai kebutuhan dunia kerja.
Sementara bagi mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan, masih banyak kesempatan untuk meningkatkan daya saing.
Mengikuti magang, pelatihan, sertifikasi, organisasi, hingga membangun portofolio dapat menjadi investasi untuk menghadapi persaingan setelah lulus.
Pada akhirnya, keberhasilan memasuki dunia kerja bukan hanya ditentukan oleh jurusan yang tercantum di ijazah.
Kemampuan membaca perubahan pasar kerja dan mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan menjadi faktor yang tak kalah penting.
Baca Juga: Isi Kuliah Umum, Muhammad Iqbal Minta Pelajar Jangan Takut Sampaikan Gagasan di Medsos
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!






