El Clasico Makin Membara! Suporter Real Madrid Serang Barcelona dengan Spanduk Kasus Negreira

AKURAT BANTEN - Duel El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid belum dimainkan, tetapi tensinya sudah memanas lebih dahulu.
Perseteruan kedua klub kembali menyeruak ke ruang publik setelah suporter Real Madrid membentangkan spanduk bernada keras yang menyinggung Presiden LaLiga Javier Tebas dan kasus Negreira.
Aksi tersebut terjadi ketika Real Madrid menjamu Sevilla pada jornada ke-9 LaLiga di Santiago Bernabeu, Minggu (18/10/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Di salah satu tribun, suporter membentangkan spanduk bertuliskan “This is not football, it’s Tebas and Negreira” atau “Ini bukan sepak bola, ini Tebas dan Negreira".
Pesan tersebut menjadi bagian dari protes suporter Madrid terhadap berbagai persoalan yang mereka anggap berkaitan dengan perwasitan dan pengelolaan sepak bola Spanyol.
Para pendukung juga melontarkan sejumlah chant yang ditujukan kepada Tebas dan Presiden Barcelona Joan Laporta.
Real Madrid sendiri melalui kanal resminya turut menyoroti atmosfer di Bernabeu. Klub menyebut para pendukung menyampaikan protes terhadap Tebas, Laporta, serta kasus Negreira sepanjang pertandingan melawan Sevilla.
Kasus Negreira Kembali Jadi Bahan Perang
Kasus Negreira berkaitan dengan pembayaran Barcelona kepada perusahaan milik José María Enríquez Negreira, mantan wakil presiden Komite Teknik Wasit (CTA) Spanyol. Pembayaran tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan kemudian menjadi objek penyelidikan.
Baca Juga: Liverpool Diam-Diam Pantau Bintang Baru Aston Villa, Calon Pengganti Alexis Mac Allister?
Barcelona telah berulang kali membantah bahwa pembayaran tersebut bertujuan memengaruhi keputusan wasit. Klub menyatakan pembayaran berkaitan dengan laporan teknis mengenai wasit.
Perkembangan terbaru membuat isu ini kembali menjadi sorotan. Real Madrid telah menyerahkan sejumlah dokumen kepada UEFA terkait perkara tersebut.
UEFA kemudian mengonfirmasi bahwa dokumen itu diterima dan akan dinilai dalam kerangka penyelidikan yang masih berlangsung.
Barcelona sendiri menegaskan bahwa UEFA tidak membuka penyelidikan baru. Menurut klub Catalan tersebut, proses yang dimulai pada 2023 belum pernah ditutup.
Barcelona juga mengatakan belum menerima permintaan baru dari UEFA terkait dokumen yang diserahkan Real Madrid.
Artinya, hingga saat ini persoalan tersebut masih berada dalam proses dan tidak tepat menyebut Barcelona telah terbukti melakukan manipulasi pertandingan.
El Clasico Tinggal Menghitung Hari
Panasnya hubungan kedua klub semakin terasa karena pertandingan Barcelona melawan Real Madrid tinggal beberapa hari lagi.
El Clasico pertama musim 2026/2027 dijadwalkan berlangsung di Camp Nou pada 25 Oktober 2026.
Pertandingan tersebut juga memiliki arti penting dalam persaingan LaLiga. Barcelona memasuki El Clasico dengan keunggulan enam poin atas Madrid di klasemen.
Dengan demikian, duel ini bukan sekadar pertarungan gengsi, tetapi juga berpotensi memberikan pengaruh besar terhadap persaingan gelar.
Baca Juga: Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
Situasi Madrid juga tidak sepenuhnya ideal. Vinicius Junior dipastikan absen karena menjalani hukuman empat pertandingan setelah insiden saat menghadapi Villarreal. Sanksi tersebut membuat pemain asal Brasil itu tidak dapat tampil dalam El Clasico di Camp Nou.
Sementara itu, Barcelona tentu tidak ingin persoalan di luar lapangan mengganggu persiapan mereka menghadapi rival abadi.
Namun, dengan kasus Negreira kembali muncul dalam perang narasi kedua klub, El Clasico kali ini berpotensi menghadirkan drama bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.
Di lapangan, Barcelona dan Real Madrid akan berusaha memenangkan pertandingan. Di luar lapangan, perang kata-kata dan persoalan institusional tampaknya masih jauh dari selesai.
Baca Juga: Luis Enrique Tegas: Lamine Yamal Tak Akan Pernah Menang jika Dibandingkan dengan Lionel Messi
Dan ketika kedua raksasa Spanyol tersebut akhirnya bertemu pada 25 Oktober nanti, bukan hanya tiga poin yang dipertaruhkan. Gengsi, rivalitas, serta bara konflik lama juga akan ikut masuk ke dalam pertandingan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 4Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 5Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 6Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 7Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 8Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









