Liverpool Sudah Belanja Rp10 Triliun, tapi Lupa Satu Posisi Penting: Bisa Jadi Bumerang!
AKURAT BANTEN - Liverpool bergerak sangat agresif pada bursa transfer musim panas 2026. The Reds menggelontorkan dana besar untuk membangun kembali skuad setelah musim lalu gagal mempertahankan gelar Premier League. Namun, di tengah parade pemain baru, ada satu persoalan yang justru belum benar-benar diselesaikan, yaitu posisi bek sayap.
Masalah tersebut mulai terlihat jelas dalam dua pertandingan pertama Premier League 2026/2027. Liverpool bermain imbang 2-2 di markas Newcastle United dan kembali mendapatkan hasil identik ketika menjamu Nottingham Forest di Anfield. Dalam kedua pertandingan itu, The Reds sama-sama tertinggal lebih dahulu sebelum menyelamatkan satu poin.
Sorotan kemudian mengarah kepada dua bek sayap baru Liverpool, Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez.
Era Trent dan Robertson Sudah Berakhir
Liverpool memasuki musim ini untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun tanpa Trent Alexander-Arnold maupun Andy Robertson.
Trent memilih meninggalkan Anfield untuk bergabung dengan Real Madrid, sedangkan Robertson pindah ke Tottenham Hotspur dengan status bebas transfer.
Kepergian dua pemain tersebut bukan sekadar kehilangan individu, tetapi juga menghilangkan sumber kreativitas penting dari kedua sisi pertahanan Liverpool.
Sebagai pengganti, Liverpool merekrut Frimpong dari Bayer Leverkusen dan Kerkez dari Bournemouth. Total biaya kedua pemain tersebut dilaporkan sekitar 95 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun. Secara teori, keputusan itu masuk akal.
Frimpong datang dengan reputasi sebagai salah satu wing-back ofensif terbaik Eropa, sementara Kerkez diproyeksikan menjadi penerus Robertson di sisi kiri. Namun, awal musim justru memperlihatkan persoalan berbeda.
Baca Juga: Arsenal Dapat Peringatan Keras! Victor Osimhen Diklaim Menunggu Panggilan Manchester United
Frimpong dan Kerkez Belum Meyakinkan
Frimpong memiliki karakter yang sangat menyerang. Masalahnya, ketika Liverpool kehilangan bola, kemampuan bertahannya belum selalu terlihat solid.
Dalam pertandingan melawan Nottingham Forest, sisi kanan pertahanan Liverpool beberapa kali menjadi sasaran serangan lawan. Frimpong bahkan dinilai terlalu mudah keluar dari posisinya ketika Forest membangun serangan.
ESPN juga menyoroti bagaimana pemain asal Belanda tersebut kesulitan mengatasi ancaman dari sisi kanan.
Kerkez pun belum sepenuhnya memberikan rasa aman. Penempatan posisi yang kurang tepat membuat lini pertahanan Liverpool beberapa kali terbuka.
Baca Juga: Sevilla Jadi Korban! Álex Baena Cetak Brace dan Antar Atlético Madrid Menang Telak
Kondisi itu menjadi semakin problematis karena gaya bermain Andoni Iraola menuntut intensitas tinggi dan keberanian menyerang. Ketika kedua bek sayap maju bersamaan, ruang di belakang mereka harus ditutup dengan sangat disiplin. Jika tidak, Liverpool justru memberikan lawan jalur cepat untuk menyerang.
Belanja Rp10 Triliun Tidak Menyelesaikan Semua Masalah
Menariknya, Liverpool sebenarnya sudah mengeluarkan dana luar biasa besar untuk memperkuat skuad.
Bradley Barcola menjadi salah satu contoh paling mencolok. Winger Prancis itu didatangkan dari Paris Saint-Germain dengan paket transfer yang dapat mencapai 123 juta poundsterling.
Liverpool juga merekrut pemain seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, Jeremy Jacquet, dan Victor Muñoz dalam proyek pembangunan skuad baru. Namun, aktivitas besar tersebut tidak otomatis membuat semua lini menjadi sempurna.
Baca Juga: Jude Bellingham Kembali Ganas di Bawah Jose Mourinho, Jadi Senjata Rahasia Real Madrid
Bahkan, Liverpool masih mencari solusi di sektor sayap kanan setelah kepergian Mohamed Salah. Mereka juga harus menghadapi persoalan bek sayap, terutama sisi kiri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kedalaman di posisi bek kiri cukup tipis. Setelah Robertson pergi, Liverpool hanya memiliki Kostas Tsimikas sebagai pelapis utama Kerkez. Situasi tersebut dianggap sebagai perjudian besar jika klub tidak menambah pemain sebelum tenggat transfer.
Hasil di Lapangan Mulai Membunyikan Alarm
Hasil imbang melawan Forest menjadi contoh terbaru. Liverpool sebenarnya berhasil bangkit dua kali melalui Alexander Isak dan Victor Muñoz, tetapi performa babak pertama memperlihatkan masalah yang belum terselesaikan.
Forest mampu membuka skor setelah memanfaatkan ruang di pertahanan Liverpool. Secara keseluruhan, The Reds terlihat kesulitan menghadapi permainan langsung lawan dan beberapa kali kehilangan kontrol ketika Forest melakukan transisi cepat.
Baca Juga: Carlos Baleba Gabung Manchester United Tetapi Bukan Foto di Old Trafford yang Jadi Sorotan
Andoni Iraola sendiri mengakui Liverpool masih perlu meningkatkan intensitas dan memperbaiki beberapa aspek permainan. Ia belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan Premier League pertamanya, setelah dua kali bermain imbang 2-2.
Situasi tersebut tentu belum menjadi alasan untuk menghakimi proyek Iraola. Musim baru saja dimulai dan skuad Liverpool mengalami perubahan besar.
Namun, ada satu pekerjaan yang semakin sulit diabaikan. Liverpool mungkin sudah memiliki lini depan yang bertabur bintang dan lini tengah dengan banyak opsi.
Tetapi jika sektor bek sayap tetap menjadi titik lemah, investasi besar tersebut bisa kehilangan keseimbangannya. The Reds sudah membeli banyak senjata. Kini mereka harus memastikan bentengnya tidak mudah jebol.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










