Banten

Liverpool Sudah Belanja Rp10 Triliun, tapi Lupa Satu Posisi Penting: Bisa Jadi Bumerang!

Aullia Rachma Puteri | 31 Agustus 2026, 00:54 WIB
Liverpool Sudah Belanja Rp10 Triliun, tapi Lupa Satu Posisi Penting: Bisa Jadi Bumerang!
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, saat menyaksikan pasukannya menghadapi Leeds United dalam laga uji coba di Chicago, Amerika Serikat, MInggu (2/8/2026). LIVERPOOL FC menghadapi - LIVERPOOL FC

AKURAT BANTEN - Liverpool bergerak sangat agresif pada bursa transfer musim panas 2026. The Reds menggelontorkan dana besar untuk membangun kembali skuad setelah musim lalu gagal mempertahankan gelar Premier League. Namun, di tengah parade pemain baru, ada satu persoalan yang justru belum benar-benar diselesaikan, yaitu posisi bek sayap.

Masalah tersebut mulai terlihat jelas dalam dua pertandingan pertama Premier League 2026/2027. Liverpool bermain imbang 2-2 di markas Newcastle United dan kembali mendapatkan hasil identik ketika menjamu Nottingham Forest di Anfield. Dalam kedua pertandingan itu, The Reds sama-sama tertinggal lebih dahulu sebelum menyelamatkan satu poin.

Sorotan kemudian mengarah kepada dua bek sayap baru Liverpool, Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez.

Era Trent dan Robertson Sudah Berakhir

Liverpool memasuki musim ini untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun tanpa Trent Alexander-Arnold maupun Andy Robertson.

Baca Juga: Baru Gabung Chelsea, Emiliano Martinez Langsung Tampil Gila! Ini 2 Legenda yang Dihubunginya Sebelum Pindah

Trent memilih meninggalkan Anfield untuk bergabung dengan Real Madrid, sedangkan Robertson pindah ke Tottenham Hotspur dengan status bebas transfer.

Kepergian dua pemain tersebut bukan sekadar kehilangan individu, tetapi juga menghilangkan sumber kreativitas penting dari kedua sisi pertahanan Liverpool.

Sebagai pengganti, Liverpool merekrut Frimpong dari Bayer Leverkusen dan Kerkez dari Bournemouth. Total biaya kedua pemain tersebut dilaporkan sekitar 95 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun. Secara teori, keputusan itu masuk akal.

Frimpong datang dengan reputasi sebagai salah satu wing-back ofensif terbaik Eropa, sementara Kerkez diproyeksikan menjadi penerus Robertson di sisi kiri. Namun, awal musim justru memperlihatkan persoalan berbeda.

Baca Juga: Arsenal Dapat Peringatan Keras! Victor Osimhen Diklaim Menunggu Panggilan Manchester United

Frimpong dan Kerkez Belum Meyakinkan

Frimpong memiliki karakter yang sangat menyerang. Masalahnya, ketika Liverpool kehilangan bola, kemampuan bertahannya belum selalu terlihat solid.

Dalam pertandingan melawan Nottingham Forest, sisi kanan pertahanan Liverpool beberapa kali menjadi sasaran serangan lawan. Frimpong bahkan dinilai terlalu mudah keluar dari posisinya ketika Forest membangun serangan.

ESPN juga menyoroti bagaimana pemain asal Belanda tersebut kesulitan mengatasi ancaman dari sisi kanan.

Kerkez pun belum sepenuhnya memberikan rasa aman. Penempatan posisi yang kurang tepat membuat lini pertahanan Liverpool beberapa kali terbuka.

Baca Juga: Sevilla Jadi Korban! Álex Baena Cetak Brace dan Antar Atlético Madrid Menang Telak

Kondisi itu menjadi semakin problematis karena gaya bermain Andoni Iraola menuntut intensitas tinggi dan keberanian menyerang. Ketika kedua bek sayap maju bersamaan, ruang di belakang mereka harus ditutup dengan sangat disiplin. Jika tidak, Liverpool justru memberikan lawan jalur cepat untuk menyerang.

Belanja Rp10 Triliun Tidak Menyelesaikan Semua Masalah

Menariknya, Liverpool sebenarnya sudah mengeluarkan dana luar biasa besar untuk memperkuat skuad.

Bradley Barcola menjadi salah satu contoh paling mencolok. Winger Prancis itu didatangkan dari Paris Saint-Germain dengan paket transfer yang dapat mencapai 123 juta poundsterling.

Liverpool juga merekrut pemain seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, Jeremy Jacquet, dan Victor Muñoz dalam proyek pembangunan skuad baru. Namun, aktivitas besar tersebut tidak otomatis membuat semua lini menjadi sempurna.

Baca Juga: Jude Bellingham Kembali Ganas di Bawah Jose Mourinho, Jadi Senjata Rahasia Real Madrid

Bahkan, Liverpool masih mencari solusi di sektor sayap kanan setelah kepergian Mohamed Salah. Mereka juga harus menghadapi persoalan bek sayap, terutama sisi kiri.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kedalaman di posisi bek kiri cukup tipis. Setelah Robertson pergi, Liverpool hanya memiliki Kostas Tsimikas sebagai pelapis utama Kerkez. Situasi tersebut dianggap sebagai perjudian besar jika klub tidak menambah pemain sebelum tenggat transfer.

Hasil di Lapangan Mulai Membunyikan Alarm

Hasil imbang melawan Forest menjadi contoh terbaru. Liverpool sebenarnya berhasil bangkit dua kali melalui Alexander Isak dan Victor Muñoz, tetapi performa babak pertama memperlihatkan masalah yang belum terselesaikan.

Forest mampu membuka skor setelah memanfaatkan ruang di pertahanan Liverpool. Secara keseluruhan, The Reds terlihat kesulitan menghadapi permainan langsung lawan dan beberapa kali kehilangan kontrol ketika Forest melakukan transisi cepat.

Baca Juga: Carlos Baleba Gabung Manchester United Tetapi Bukan Foto di Old Trafford yang Jadi Sorotan

Andoni Iraola sendiri mengakui Liverpool masih perlu meningkatkan intensitas dan memperbaiki beberapa aspek permainan. Ia belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan Premier League pertamanya, setelah dua kali bermain imbang 2-2.

Situasi tersebut tentu belum menjadi alasan untuk menghakimi proyek Iraola. Musim baru saja dimulai dan skuad Liverpool mengalami perubahan besar.

Namun, ada satu pekerjaan yang semakin sulit diabaikan. Liverpool mungkin sudah memiliki lini depan yang bertabur bintang dan lini tengah dengan banyak opsi.

Tetapi jika sektor bek sayap tetap menjadi titik lemah, investasi besar tersebut bisa kehilangan keseimbangannya. The Reds sudah membeli banyak senjata. Kini mereka harus memastikan bentengnya tidak mudah jebol.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.