Banten

Bruno Fernandes Disemprot Legenda MU Usai Kalah dari Hull City: Sang Kapten Sampai Diminta Diam!

Aullia Rachma Puteri | 26 Agustus 2026, 22:50 WIB
Bruno Fernandes Disemprot Legenda MU Usai Kalah dari Hull City: Sang Kapten Sampai Diminta Diam!
Bruno Fernandes dapatkan banyak kritik usai kekalahan Manchester United. - Getty Images

AKURAT BANTEN - Kekalahan Manchester United dari Hull City pada pekan pertama Premier League 2026/2027 tidak hanya membuat Michael Carrick mendapat sorotan. Sang kapten, Bruno Fernandes, juga menjadi sasaran kritik setelah Setan Merah secara mengejutkan tumbang 0-2 di MKM Stadium.

Manchester United sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga sekitar 72 persen, tetapi dominasi tersebut tidak menghasilkan ancaman yang sepadan.

Hull justru mampu memanfaatkan kelemahan United melalui situasi bola mati dan mencetak dua gol pada babak pertama lewat Semi Ajayi dan Nobel Mendy.

Seusai pertandingan, Fernandes tidak menyembunyikan kekecewaannya. Gelandang asal Portugal itu menilai Manchester United kembali mengulangi kesalahan yang sebenarnya sudah menjadi masalah pada musim sebelumnya, terutama ketika menghadapi pertandingan tandang.

Baca Juga: Frenkie de Jong Dicoret dari Kapten Barcelona, Raphinha Naik Takhta: Hansi Flick Bongkar Alasannya

Fernandes juga menyoroti kurangnya agresivitas dan konsentrasi tim. Menurutnya, United terlalu banyak memberikan ruang kepada lawan dan gagal memenangkan duel-duel penting.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bumerang karena sejumlah pihak menilai sang kapten seharusnya lebih fokus mengevaluasi dirinya sendiri.

Salah satu kritik paling keras datang dari legenda Manchester United, Paul Scholes. Mantan gelandang Setan Merah itu mempertanyakan sikap Fernandes setelah pertandingan.

Scholes menilai komentar sang kapten tentang rekan-rekannya kurang tepat mengingat Fernandes sendiri dinilai tidak tampil maksimal ketika menghadapi Hull.

Baca Juga: Chelsea Menang 3-2 atas Fulham, Xabi Alonso Bongkar Alasan Caicedo dan Palestra Mendadak Absen

Scholes bahkan meminta Fernandes untuk tidak terlalu banyak berbicara setelah kekalahan tersebut. Kritik itu menambah tekanan terhadap pemain berusia 31 tahun tersebut, terutama karena statusnya sebagai kapten membuat setiap pernyataannya memiliki bobot lebih besar di ruang publik.

Namun, menariknya, kritik terhadap Fernandes tidak serta-merta menghapus kontribusinya bagi Manchester United. Justru sebelum pertandingan melawan Hull, Fernandes baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi. Ia dinobatkan sebagai PFA Players' Player of the Year 2025/2026 setelah menjalani musim luar biasa.

Pada musim lalu, Fernandes mencatat 21 assist di Premier League, sebuah rekor untuk kompetisi tersebut, sekaligus mencetak sembilan gol.

Kontribusi tersebut membantu Manchester United bangkit dan finis di posisi ketiga setelah Carrick mengambil alih tim pada pertengahan musim.

Baca Juga: Al-Hilal Makin Inggin Boyong Martinelli, Arsenal Pasang Harga Rp1,4 Triliun: Tinggal Tunggu Kesepakatan?

Artinya, kritik terhadap Fernandes setelah pertandingan Hull lebih berkaitan dengan performanya dan cara menyampaikan kekecewaan, bukan karena kontribusinya secara keseluruhan dianggap tidak penting.

Di sisi lain, Fernandes sebenarnya menyampaikan persoalan yang cukup valid. United memang terlihat mengulang penyakit lama.

Dua gol Hull lahir dari situasi bola mati, sementara lini serang Setan Merah kesulitan menciptakan peluang bersih meski menguasai pertandingan.

Carrick sendiri tidak ingin menjadikan kekalahan tersebut sebagai alasan untuk membuat perubahan besar-besaran. Sang manajer mengakui timnya harus memperbaiki sejumlah aspek, tetapi menegaskan musim masih sangat panjang. Ia juga menolak anggapan bahwa pemain United tidak menunjukkan semangat bertanding.

Baca Juga: Tottenham Tebus Savinho dari Man City Rp2 Triliun, Transfer Gila-gilaan Spurs Belum Berhenti!

Situasi tersebut membuat Fernandes berada dalam posisi yang serba sulit. Sebagai kapten, ia memang dituntut menjadi suara tim dan mengungkapkan masalah secara terbuka.

Namun, sebagai salah satu pemain senior dan pemain terbaik United musim lalu, ia juga dituntut menunjukkan kepemimpinan melalui performa di lapangan.

Kekalahan dari Hull pun menjadi pengingat bahwa status sebagai kapten bukan hanya soal mengenakan ban di lengan. Fernandes kini harus membantu Carrick memastikan United tidak kembali terjebak dalam pola lama.

Apalagi, pertandingan berikutnya memberikan kesempatan bagi Setan Merah untuk merespons. Setelah kejutan di Hull, Manchester United akan menghadapi Ipswich Town.

Baca Juga: Arsenal Kejar Victor Osimhen, Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi Sang Striker

Laga tersebut bisa menjadi panggung bagi Fernandes untuk menjawab kritik dengan cara paling sederhana: memimpin United kembali meraih kemenangan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.