Alisson Masuk Jajaran Kapten Liverpool, tetapi Ada Aturan yang Membatasi Perannya

AKURAT BANTEN - Liverpool memasuki era baru di bawah pelatih Andoni Iraola dengan susunan kepemimpinan yang ikut mengalami perubahan. Virgil van Dijk tetap dipercaya sebagai kapten utama, sementara Alisson Becker, Joe Gomez, dan Dominik Szoboszlai ditunjuk sebagai wakil kapten untuk musim 2026/2027.
Penunjukan Alisson menjadi perhatian tersendiri. Kiper asal Brasil tersebut merupakan salah satu pemain paling senior di skuad Liverpool dan telah menjadi bagian penting klub sejak bergabung dari AS Roma pada 2018.
Pengalaman serta statusnya sebagai salah satu sosok senior di ruang ganti membuat Iraola memasukkannya ke dalam kelompok kepemimpinan.
Namun, ada sebuah aturan yang membuat peran Alisson sedikit berbeda dari wakil kapten lainnya.
Iraola menjelaskan bahwa Alisson kemungkinan besar tidak akan mengenakan ban kapten ketika Van Dijk tidak bermain. Bukan karena sang kiper tidak dianggap layak memimpin, melainkan karena aturan baru Premier League yang membatasi komunikasi dengan wasit hanya kepada pemain yang mengenakan ban kapten.
Aturan tersebut menciptakan persoalan praktis bagi seorang penjaga gawang. Seorang kiper berada jauh dari sebagian besar situasi pertandingan yang membutuhkan komunikasi langsung dengan wasit.
Ketika pelanggaran terjadi di area tengah atau dekat kotak penalti lawan, Alisson tentu tidak berada dalam posisi ideal untuk berdiskusi dengan pengadil lapangan.
Karena alasan tersebut, Iraola memilih tetap menjadikan Alisson sebagai bagian penting dari struktur kepemimpinan, tetapi tidak selalu memberinya ban kapten di lapangan.
"Para kapten adalah Virgil, Alisson, Joe Gomez, dan Dom Szoboszlai," ujar Iraola ketika menjelaskan struktur kepemimpinan Liverpool musim ini.
Dengan demikian, Alisson tetap memiliki posisi penting dalam kelompok pemimpin Liverpool. Hanya saja, ketika Van Dijk absen, kemungkinan besar ban kapten akan diberikan kepada pemain outfield seperti Gomez atau Szoboszlai agar komunikasi dengan wasit berjalan lebih efektif.
Keputusan ini juga menunjukkan bahwa Iraola tidak hanya melihat jabatan kapten sebagai simbol. Ia mempertimbangkan bagaimana peran tersebut dapat dijalankan selama pertandingan.
Liverpool memang sedang mengalami perubahan besar. Andy Robertson dan Mohamed Salah meninggalkan klub pada musim panas, sehingga beberapa figur senior yang sebelumnya menjadi bagian dari kepemimpinan tim tidak lagi berada di Anfield. Kepergian Robertson khususnya menciptakan posisi wakil kapten yang kemudian diisi dengan struktur baru.
Di tengah perubahan tersebut, mempertahankan Alisson sebagai salah satu pemimpin menjadi langkah yang cukup logis. Kiper berusia 33 tahun itu sudah melewati berbagai fase penting Liverpool, termasuk era ketika klub memenangkan Premier League dan Liga Champions.
Alisson juga bukan sosok baru dalam urusan kepemimpinan. Ia telah lama menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di ruang ganti Liverpool. Bahkan ketika sejumlah pemain senior mulai meninggalkan klub, keberadaannya bersama Van Dijk membantu menjaga kesinambungan dari generasi Liverpool yang sebelumnya.
Sementara itu, penunjukan Szoboszlai memberikan dimensi berbeda. Gelandang asal Hungaria tersebut merupakan pemain yang lebih sering berada di area permainan sehingga dapat menjalankan fungsi kapten secara langsung ketika diperlukan.
Joe Gomez juga memiliki pengalaman panjang bersama Liverpool dan menjadi salah satu pemain senior yang tersisa dari era sebelumnya.
Struktur tersebut membuat Liverpool memiliki empat figur dalam kelompok kepemimpinan, dengan Van Dijk tetap berada di posisi teratas. Alisson berperan penting di balik layar, sementara Gomez dan Szoboszlai dapat menjadi opsi yang lebih praktis untuk mengenakan ban kapten selama pertandingan.
Bagi Alisson, situasi ini tentu sedikit unik. Ia bisa disebut sebagai wakil kapten Liverpool, tetapi belum tentu mengenakan ban kapten ketika Van Dijk absen. Aturan baru Premier League membuat kepemimpinan di lapangan tidak lagi semata-mata soal senioritas atau status pemain.
Namun, satu hal tetap jelas: Iraola melihat Alisson sebagai sosok yang layak menjadi bagian dari lingkaran pemimpin Liverpool. Ban kapten mungkin tidak selalu berada di lengannya, tetapi pengaruhnya di ruang ganti The Reds tetap dianggap sangat penting.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








