Banten

MU Dipermalukan Hull City 0-2, 4 Keputusan Carrick Ini Jadi Sorotan: Salah Pilih Pemain hingga Blunder Taktik

Aullia Rachma Puteri | 22 Agustus 2026, 23:11 WIB
MU Dipermalukan Hull City 0-2, 4 Keputusan Carrick Ini Jadi Sorotan: Salah Pilih Pemain hingga Blunder Taktik
Manager permanen MU, Michael Carrick. - getty images

AKURAT BANTEN - Manchester United mengawali Premier League 2026/2027 dengan tamparan keras. Bertandang ke markas tim promosi Hull City, Setan Merah justru pulang dengan kekalahan 0-2. Lebih menyakitkan lagi, kedua gol tuan rumah tercipta pada babak pertama melalui situasi bola mati.

Kekalahan tersebut menjadi pertandingan kompetitif pertama Michael Carrick sebagai manajer permanen Manchester United. Musim lalu, Carrick berhasil mengangkat MU hingga finis di posisi ketiga setelah mengambil alih tim pada Januari. Ekspektasi pun meningkat, tetapi Hull memberikan pengingat brutal bahwa pekerjaan Carrick masih jauh dari selesai.

Sorotan kemudian mengarah kepada sejumlah keputusan taktikal Carrick. Mengutip analisis Standard, setidaknya ada empat keputusan yang dinilai ikut membuat permainan Manchester United tidak berkembang.

1. Memilih Heaven dan Mazraoui

Carrick membuat kejutan dengan menempatkan Ayden Heaven sebagai starter bersama Harry Maguire, sementara Leny Yoro yang tampil impresif sepanjang pramusim justru berada di bangku cadangan. Di sisi kanan, Noussair Mazraoui juga dipercaya sejak awal dan Diogo Dalot tidak bermain.

Baca Juga: Mikel Arteta Bisa Pergi dari Arsenal pada 2027? Bos The Gunners Akhirnya Buka Suara soal Masa Depan Sang Manajer

Keputusan tersebut menjadi bumerang. Heaven kesulitan menghadapi tekanan Hull, sedangkan lini belakang United terlihat kacau ketika menghadapi umpan silang dan bola mati. Gol pertama Semi Ajayi bahkan berawal dari situasi sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan baik.

2. Mbeumo Dipindahkan ke Sayap

Bryan Mbeumo sebenarnya tampil menjanjikan selama pramusim ketika dimainkan sebagai penyerang tengah. Namun, menghadapi Hull, Carrick mengembalikannya ke posisi sayap kanan demi menempatkan Matheus Cunha sebagai striker.

Masalahnya, Cunha terlalu sering turun ke area yang lebih dalam sehingga United kehilangan pemain yang benar-benar berada di garis depan.

Ironisnya, Mbeumo justru menjadi pemain yang paling mengancam bagi Setan Merah dan memiliki peluang terbaik pada menit ke-78, tetapi tembakannya berhasil diamankan kiper Hull, Konstantinos Tzolakis.

Baca Juga: Arsenal Sudah Juara Premier League, tapi Ambisinya Malah Makin Gila: The Gunners Siap Naik ke Level Berikutnya!

3. Memasang Dorgu sebagai Winger

Patrick Dorgu kembali dipercaya mengisi sisi kiri. Padahal, performanya pada laga tersebut jauh dari harapan. Dalam babak pertama, Dorgu kalah dalam enam dari tujuh duel, melakukan empat pelanggaran, kehilangan bola beberapa kali, dan tidak mencatatkan dribel sukses.

Carrick akhirnya menariknya keluar saat jeda dan memasukkan Marcus Rashford. Namun, perubahan tersebut datang setelah Hull sudah unggul 2-0. Rashford memang memberikan energi tambahan di sisi kiri, tetapi tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.

4. Tetap Memaksakan Duet Tielemans-Santos

Keputusan keempat berkaitan dengan lini tengah. Youri Tielemans dan Andrey Santos sebelumnya sudah terlihat kesulitan ketika Manchester United menghadapi AC Milan dalam pertandingan pramusim. Namun, Carrick tetap memainkan keduanya sebagai duet gelandang tengah melawan Hull.

Hasilnya kembali mengecewakan. Keduanya kesulitan menghadapi intensitas permainan tuan rumah dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-67. Guardian juga mencatat bahwa kedua pemain baru tersebut kesulitan memberikan pengaruh berarti sebelum diganti.

Baca Juga: Mourinho Beri Peringatan Keras kepada Mbappe, Vinicius, dan Bellingham: Tak Ada Bintang yang Kebal Aturan!

Masalah United bukan sekadar pilihan pemain. Mereka juga gagal merespons agresivitas Hull. Bruno Fernandes bahkan mengakui dua gol dari bola mati menjadi penyebab utama kekalahan. Secara keseluruhan, United memang lebih banyak menguasai bola, tetapi penguasaan tersebut tidak berubah menjadi ancaman serius.

Bagi Hull, kemenangan ini sangat istimewa. The Tigers baru kembali ke Premier League setelah sembilan tahun dan berhasil mengalahkan Manchester United untuk pertama kalinya dalam pertandingan liga sejak 1974, atau setelah menunggu 52 tahun.

Carrick sendiri meminta timnya tetap tenang. Ia menilai kekalahan tersebut memang menyakitkan, tetapi tidak akan mengubah arah proyek Manchester United secara keseluruhan.

Namun, pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan penting untuk membuktikan bahwa kekalahan di Hull hanyalah satu noda, bukan pertanda kembalinya Setan Merah ke masalah lama.

Baca Juga: Rodri Pilih Barcelona, Mourinho Malah Santai: Real Madrid Tak Mau Kejar Pemain yang Masih Bimbang

Yang jelas, Carrick kini punya pekerjaan rumah besar: memperbaiki pertahanan bola mati, menemukan posisi terbaik Mbeumo, dan membangun lini tengah yang mampu menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Jika tidak, alarm di Old Trafford bisa berbunyi jauh lebih keras.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.