Banten

Pusat Barang Antik di Alam Sutera Gelar Pameran Radio Klasik Lintas Negara

David Amanda | 6 September 2026, 04:34 WIB
Pusat Barang Antik di Alam Sutera Gelar Pameran Radio Klasik Lintas Negara
Pusat Barang Antik di Alam Sutera Gelar Pameran Radio Klasik Lintas Negara - Istimewa

AKURAT BANTEN - Vintage Vibes Store, pusat penjualan barang antik dan preloved yang berlokasi di area Broadway, The Flavor Bliss, Alam Sutera, mengadakan pameran radio antik.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan sejarah dan perkembangan medium radio konvensional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Pameran tersebut menampilkan sekitar 30 unit radio dari berbagai negara, termasuk Rusia, Amerika Serikat, dan Jerman. Chandra Tjipto Wardodjo General Manager Vintage Vibe Store, menjelaskan bahwa unit tertua yang dipamerkan merupakan radio buatan Rusia tahun 1930, sedangkan sebagian besar koleksi lainnya diproduksi pada era 1950-an.

Baca Juga: Bandar Lampung Sapu Bersih Juara Bible Fest 2026, Taklukkan Perjalanan Berjam-jam Demi Piala Utama

"Supaya radio ini menjadi bagian daripada suatu sejarah Indonesia. Harapan kita untuk anak-anak yang sekarang ini bisa mengenal lebih baik tentang radio dan bisa mengenal daripada siaran-siarannya daripada RRI yang merupakan bagian daripada radio. Kita itu mengharapkan ke depannya radio ini bisa diperkenalkan oleh anak-anak yang sekarang, yang mungkin mereka tidak tahu cara hidupkan radio. Harapan kita itu supaya mereka lebih mengenal, lebih menyukai tentang radio dan siaran-siarannya," katanya saat diwawancarai di lokasi pameran.

Dalam kesempatan tersebut, Candra memaparkan perbedaan karakteristik antara medium radio konvensional dengan platform media sosial modern.

Menurutnya, radio memiliki keunggulan tersendiri dalam aspek jangkauan distribusi informasi di wilayah penyiaran tertentu.

Baca Juga: GKI Fest 2026: Geser Fokus dari Olahraga ke Kompetisi Rohani lewat Bible Fest

"Radio itu sebenarnya bisa dinikmatin dari berbagai macam pelosok. Jadi artinya, mungkin kita lihat RRI ini dengan 101 channel-nya tempat untuk siarannya, secara otomatis dia bisa nyampe ke pelosok mana pun. Dan penyampaian beritanya jauh lebih cepat daripada media sosial yang lainnya. Mungkin kalau di tempat pelosok-pelosok itu media sosialnya kan sinyalnya antara ada dan tiada, tapi kalau radio pasti bisa didapat karena frekuensinya dia berbeda," jelasnya.

Seluruh perangkat radio yang dipamerkan dalam eksibisi ini dipastikan berada dalam kondisi aktif dan berfungsi.

Selain memamerkan koleksi, pihak Vintage Vibes Store juga menyediakan ruang bagi pemilik perangkat radio lama yang membutuhkan perbaikan.

Baca Juga: Real Madrid Tumbang, Mourinho Tetap Puji Carlos Espi: Arda Guler Jadi Sorotan

Sepanjang akhir pekan ini kata dia, penyelenggara menghadirkan program khusus berupa layanan free konsultasi serta insentif biaya perbaikan berupa Radio Restoration Cashback senilai Rp400.000.

Fasilitas ini diberikan untuk mendukung perawatan berkala pada unit-unit radio klasik milik masyarakat.

Terakhir, Candra merangkum keunggulan isi siaran radio yang menyajikan keragaman format informasi dalam satu saluran frekuensi terpadu.

Baca Juga: Pasar Rumah Tapak Menggeliat, Sinar Mas Land Bidik Cileungsi lewat Ruby at The Ridge

"Pendorong orang-orang ya penyampaian beritanya lebih cepat dan menyukai radio. Radio itu bukan hanya berisi tentang lagu-lagu, tetapi bagaimana kita tahu tentang komunikasi yang ada di dalamnya. Jadi mereka menyampaikan komunikasi dalam bentuk berita, dalam bentuk siaran, dalam bentuk promosi, dan berbagai macam. Dan kalau dari media sosial kan hanya satu sisi. Misalnya musik, ya isinya musik saja, gitu. Bedanya di situ," tutup Candra.

Sebagai informasi, pameran radio antik ini berlangsung di Vintage Vibes Alam Sutera dan dijadwalkan berjalan hingga 9 September 2026.

Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, kolektor audio, serta pengunjung kawasan Tangerang Selatan yang tertarik dengan sejarah perangkat komunikasi lawas. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.