Banten

Jerit Pilu Bocah 7 Tahun di Dairi: Ayah di Penjara, Disiksa Bibi Kandung hingga Luka Bernanah

Abdurahman | 22 Agustus 2026, 16:26 WIB
Jerit Pilu Bocah 7 Tahun di Dairi: Ayah di Penjara, Disiksa Bibi Kandung hingga Luka Bernanah
Viral Kasus AGP Bocah 7 Tahun di Kabupaten Dairi-SUMUT, Diduga jadi Korban Penyiksaan sang Bibi, Wajah hingga Kaki Penuh Luka (Threads/rudicllub)

AKURAT BANTEN— Media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang menampilkan seorang bocah laki-laki berinisial AGP (7) dengan kondisi fisik yang memprihatinkan.

Wajah hingga kakinya penuh luka lebam, sementara bagian bibirnya tampak berdarah akibat siksaan keji yang diduga dilakukan oleh orang terdekatnya sendiri di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Di balik viralnya video tersebut, tersimpan kisah pilu tentang perjuangan hidup dua anak yatim piatu yang harus menanggung derita di tangan keluarga kandung yang seharusnya melindungi mereka.

Baca Juga: Jangan Sampai Ditolak Rumah Sakit! Begini Cara Cek Status PBI JK 2026 Pakai NIK, Pastikan BPJS Masih Gratis

Nestapa Tanpa Orang Tua: Dititipkan, Justru Disiksa

Tanpa kehadiran orang tua di sisi mereka, AGP dan adiknya yang masih berusia enam tahun, AP (6), harus menumpang hidup dengan bibi mereka yang berinisial RS (52).

Ayah kandung AGP tengah mendekam di penjara akibat kasus narkoba, sementara keberadaan sang ibu hingga kini tidak diketahui.

Tempat yang seharusnya menjadi rumah aman bagi anak-anak yang terpuruk ini justru berubah menjadi ruang penyiksaan.

Dalam video yang diunggah oleh akun Threads @rudicllub, AGP mengungkap kenyataan pahit mengenai penderitaan yang ia alami sehari-hari.

Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini," ucap AGP dalam rekaman video yang menyayat hati publik, dikutip pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga: Dibongkar KPK! Ada 73 Kursi 'Pesanan' di Unsoed, Harganya Tembus Setengah Miliar

Ketakutan Luar Biasa: Pelaku Sempat Halangi Petugas Medis

Kasus dugaan penganiayaan sadis ini bergerak cepat setelah Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Dairi mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Namun, proses penyelamatan sempat diwarnai ketegangan.

RS, sang bibi yang tinggal bersama kedua korban, sempat melarang petugas kepolisian untuk membawa AGP keluar rumah.

Menurut Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, RS merupakan sosok figur yang paling ditakuti oleh korban, membuat anak-anak tersebut tidak berani melapor sejak awal.

  • "RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya," jelas AKP Syahril dalam keterangan resminya kepada awak media.

Setelah melalui negosiasi dan desakan petugas, RS akhirnya memberikan izin.

Tim gabungan langsung membawa AGP dan adiknya, AP, menuju RSUD Sidikalang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Baca Juga: Bukan Kurang Uang, Mengapa Raksasa Sekelas Manchester City Bisa Hancur-hancuran Cari Gelandang Baru?

Hasil Visum Mengerikan: Luka Bernanah hingga Dua Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum di RSUD Sidikalang, kondisi fisik AGP sangat mengenaskan.

Ditemukan sejumlah luka parah di tubuh bocah tak berdosa tersebut, di antaranya:

  • Luka robek dan berdarah pada bagian bibir.

  • Luka lebam di tangan kiri yang sudah mengalami infeksi hingga bernanah.

  • Luka parah di kaki kanan yang juga telah bernanah akibat tidak mendapatkan pengobatan.

Lebih mengejutkan lagi, hasil pendalaman kepolisian mengungkap bahwa kekejaman RS tidak hanya menimpa AGP, melainkan juga adiknya, AP (6), yang turut menjadi korban kekerasan fisik.

Saat ini, RS telah diamankan di Sat Reskrim Polres Dairi guna menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik tindakan keji tersebut.

Baca Juga: Bikin Darah Tinggi! Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca di Kandang Harimau Demi Konten, Warganet: Blacklist Saja!

Atensi Pemerintah: Pastikan Pemulihan Fisik dan Mental

Menanggapi tragedi kemanusiaan yang menimpa kakak-beradik ini, Pemerintah Kabupaten Dairi langsung bergerak cepat memberikan perlindungan penuh.

Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, turun tangan langsung menjenguk korban yang sedang dirawat di RSUD Sidikalang.

Yang paling utama adalah memastikan anak ini mendapat perlindungan, pemulihan kesehatan fisik dan mental, tegas Wahyu Daniel Sagala saat mengunjungi korban.

Pemkab Dairi berkomitmen mengerahkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis (trauma healing), memonitor perkembangan kesehatan secara berkala, serta memastikan seluruh kebutuhan nutrisi kakak-beradik malang tersebut terpenuhi sepenuhnya selama masa pemulihan. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman